SKIn Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Luwu

PAREPARE, KILASSULAWESI– Komunitas Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIn) kembali menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap kondisi wilayah yang terkena musibah banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, beberapa waktu lalu.

Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan agenda membawa bantuan kemanusiaan, sekaligu membantu langsung korban bencana alam di daerah tersebut. Hal itu diungkapkan, Ketua Chapter SKIn Parepare, H Irsyam Syamtoso, Rabu, 15 Mei 2024, malam tadi. “Rombongan akan mulai bergerak, besok usai salat dhuhur dari makassar,”katanya.

Bacaan Lainnya

H Irsyam menjelaskan, ada 4 chapter berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan itu diantaranya Parepare, Malino, Bulukumba, Makassar dan Pengda SKIn. ” Dari Makassar kurang lebih ada 25 unit kendaraan membawa bantuan yang dikoordinir Pengda SKIn Sulsel, dan 4 chapter menuju ketitik bencana,”jelasnya.

Untuk tim SKIn Chapter Parepare sendiri, kata H Irsyam, dikomando langsung oleh Andi Aco sekaligus mewakilinya dilokasi bencana. Sedangkan, jenis bantuan yang dikumpulkan dan dibawah ke lokasi bencana merupakan kebutuhan dasar yang sangat mendesak dan dibutuhkan para korban.

Sedangkan bagi tim yang terdiri dari perwakilan 4 chapter dititik bencana dilengkapi perlengkapan. Perlengkapan itu berupa, tenda, matras, parang, dan alat pelindung. H Irsyam pun berharap agar bantuan yang dikumpulkan SKIn ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Luwu, utamanya dalam proses percepatan pemulihan pasca bencana banjir dan tanah longsor.

Bencana Luwu

Seperti diketahui, dua pekan setelah bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Luwu, ribuan warga masih mengungsi dan menghadapi krisis air bersih. Data dari BPBD Luwu mencatat sebanyak 2.082 jiwa warga terdampak masih berada di pengungsian.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, merinci jumlah pengungsi per kecamatan. Total warga Kecamatan Latimojong yang kini masih mengungsi 1.898 orang. Sedangkan untuk warga Suli 27 orang dan Suli Barat 9 orang.

Selain itu, terdapat 1 warga yang mengungsi dari Bajo dan 1 dari Bajo Barat, serta 52 orang dari Bupon. Para pengungsi ini terbagi menjadi dua kategori: mereka yang dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan mereka yang melakukan evakuasi mandiri dengan berjalan kaki.

Bencana hidrometeorologi yang menewaskan belasan orang ini juga menyebabkan ribuan rumah warga terendam banjir. Untujk Rumah hanyut dan rusak berat total ada 437 unit. Sementara rumah terendam banjir mencapai 4.540 unit.

Andi Baso pun mengakui, selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga rusak parah, termasuk intake air baku di Kecamatan Suli yang jebol dihantam banjir. Kerusakan jaringan pipa transmisi air yang berada di bantaran sungai menyebabkan ancaman krisis air bersih bagi 4.800 rumah yang terhubung ke jaringan tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *