Heboh, Beredar Cuitan Calon Wali Kota Parepare di WhatsApp, Isinya Bikin Geleng Kepala

Isi percakapan di salah satu group WhatsApp

PAREPARE, KILASSULAWESI– Salah satu group whatsApp ‘PAREPARE SILATURAHMI’ bikin pembacanya geleng kepala. Dalam sebuah percakapan, Senin, 5 Agustus 2024, itu terlihat salah satu anggota group bernama Syaifullah mengirim sebuah isi percakapan dari salah satu bakal calon wali kota dengan timnya yang juga merupakan salah satu pimpinan partai politik di Kota Parepare.

Dari isi percakapan yang dibagikan, sesuai tangkap layar atau screenshot. Terlihat dari perbincangan tiga orang, dimana diduga salah satunya adalah bakal calon wali kota. “Ya betul. Ambil dulu video TSM trus masukkan data ini dan dibawahnya tulis hoax calon walikota maklum ijazah palsu. Mereka menjual kita cuma membeli,” kata yang diduga bakal calon walikota tersebut dalam sebuah percakapan yang belakangan diketahui adalah isi perbincangan di group WhatsApp Tim Media ERAT/TP.

Bacaan Lainnya

Menyikapi informasi yang menuai pro dan kontra tersebut, salah satu yang terekam dalam perbincangan itu bernama Anthony P di group WhatsApp ‘PAREPARE SILATURAHMI’ meluruskan terkait isi percakapan yang discreenshot.

” Tabe, ini terkait perbedaan data tentang kemiskinan yang disampaikan TSM tidak sesuai dengan data BPS, sehingga patut diberikan klarifikasi, yang di dalamnya perlu menyertakan data video pernyataan TSM terkait perbedaan data tersebut. Dan ini bisa dibuktikan dengan data BPS. TIDAK ada salahnya jika perlu diklarifikasi. Terkait ijazah palsu, mungkin kita melihat ada yang mengeluarkan bahasa terkesan frontal, dan beredar di media sosial. Saran yang sering diajukan ialah, jika bisa dibuktikan secara materil, silahkan diajukan ke institusi berwenang terkait ijazah, misalnya melalui verifikasi pangkalan data Dapodik/PDPT, serta melalui pengaduan ke KPU, jika bisa dibuktikan. Supaya kita sekalian tidak salah paham menafsirkan pesan2 di screenshoot ini. Tentunya masih bisa dipertanggungjawabkan. Kira2 demikian, agar kita tidak lantas naif menilai. šŸ™šŸ‘Jika ada yang perlu diperdebatkan, silahkan, tetapi lebih ke substansi, tidak ke pribadi. Tks,” kata Anthony P menjelaskan.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Parepare, Suyuti mengimbau masyarakat agar terus menjaga kesatuan dan persatuan, khususnya jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Suyuti meminta agar sedini mungkin menghindari hal yang dapat membuat kesatuan dan persatuan kita hancur, seperti berdebat secara tidak sehat di media sosial baik itu facebook maupun whatsApp.

Sikap bijak, kata Suyuti, hendaknya ditampilkan dengan tidak memberi komentar negatif karena dapat memunculkan perdebatan yang tidak sehat antara pendukung bakal calon peserta pilkada. “Kalau berdebat yang tidak sehat di media sosial harus benar-benar dicegah dan dihindari, karena hanya akan memecah belah masyarakat yang bisa berujung pada perselisihan di dunia nyata,”ujarnya.

Maka, marilah kita gunakan media sosial dengan bijak. Jangan saling menyinggung dan mencela bakal calon peserta pilkada, karena hanya akan membuat gaduh dunia maya yang bisa berujung pada pertengkaran di dunia nyata.(*)

 

 

 

 

Pos terkait