MAKASSAR– Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) pada Jumat sore, 11 April 2025, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung menunjukkan komitmennya dengan berangkat ke Jakarta malam harinya. Sabtu pagi, 12 April 2025, ia bertolak ke Yordania untuk mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam lawatan kenegaraan ke beberapa negara di Timur Tengah dan Turki.
Dalam kunjungan ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut serta mendampingi Presiden Prabowo. Mereka dijadwalkan menyambut kedatangan Presiden di Amman, Yordania, pada Ahad, 13 April 2025.
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania yang telah terjalin sejak 1950 terus berkembang, terutama di sektor perdagangan, investasi, dan isu strategis lainnya. Sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama kerja sama kedua negara, mengingat potensi besar yang dapat saling melengkapi. Indonesia, dengan kekayaan produk tropis seperti kelapa sawit, rempah-rempah, dan karet, dapat memanfaatkan keahlian Yordania dalam pertanian gurun, teknologi pengelolaan air, serta industri pupuk. Yordania sendiri merupakan salah satu produsen fosfat terbesar di dunia, dengan cadangan mencapai sekitar 1,3 miliar ton atau sekitar 5% dari cadangan global.
Kerja sama di sektor pertanian menjadi prioritas strategis bagi Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan domestik akan pupuk fosfat guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Selain itu, kesamaan kedua negara sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim membuka peluang kolaborasi di industri pangan halal dan sektor lainnya.
Dalam kunjungannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman bidang Pertanian bersama Menteri Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania. Nota Kesepahaman tersebut mencakup berbagai aspek, seperti pertukaran informasi dan dokumentasi ilmiah/teknis, program pelatihan, kolaborasi magang dan pameran, peningkatan perdagangan dan investasi sektor swasta, fasilitasi akses pasar produk-produk pertanian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral dan memberikan manfaat strategis bagi kedua negara.(*)






