Tahanan Narkoba di Mapolres Parepare Meninggal Dunia, Keluarga Tuntut Keadilan

PAREPARE– Malam takbiran yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi malam penuh duka bagi keluarga MR (50), seorang tahanan narkoba di Mapolres Kota Parepare. MR meninggal dunia di RSUD Andi Makkasau dengan kondisi tubuh penuh lebam dan tulang rusuk yang diduga patah, meninggalkan tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan.

Keluarga korban menduga kuat bahwa MR meninggal akibat penganiayaan fisik yang dilakukan oleh oknum polisi. Kakak korban, Agusalim, mengungkapkan rasa sakit dan kehilangan yang mendalam. “Ini adik saya. Meninggal dunia kemarin malam,” ucapnya dengan suara bergetar saat ditemui awak media dikediamannya, malam tadi.

Bacaan Lainnya

Sebelum meninggal, MR sempat mengeluhkan sakit luar biasa di dalam sel narkoba Polres Parepare yang berlokasi di Lariang, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki. Pada malam takbiran, keluarga yang datang menjenguk menemukan MR dalam kondisi lemah dan tidak bisa bergerak. Permohonan agar MR segera dibawa ke rumah sakit tidak digubris, bahkan ia dipaksa berjalan kaki ke rumah sakit meski dalam kondisi kritis.

MR sempat dirawat di RS Khadija, namun ditolak, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Andi Makkasau. Sayangnya, semua sudah terlambat. Di rumah sakit, kondisi MR semakin memburuk. Dalam sisa tenaganya, ia sempat menceritakan kepada keluarganya bahwa dirinya sering dipukuli di dalam sel. “Dia bilang sering disiksa. Lalu dia masuk ICU, dan… meninggal,” kenang Agusalim dengan penuh kepedihan.

Jenazah MR menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang memilukan. Lebam di sekujur tubuh, tulang rusuk yang menonjol seperti patah, dan sorot mata yang menyiratkan penderitaan panjang. Keluarga pun telah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Propam Polres Parepare.

“Sudah kami laporkan ke Propam. Kami minta keadilan di sini. Polisi yang menganiaya adik kami harus ditindak,” tegas Agusalim dengan penuh emosi.

Kasus ini menjadi sorotan publik, menuntut transparansi dan keadilan dari pihak berwenang. Keluarga MR berharap agar pelaku kekerasan segera diadili dan keadilan ditegakkan. Dan hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian.(*/tim)

Pos terkait