JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Dr. Taruna Ikrar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke instalasi farmasi dan layanan farmasi di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cakung, Jakarta Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia guna memastikan mutu, keamanan, dan efektivitas obat serta alat kesehatan yang tersedia bagi masyarakat.
Sebelumnya, sidak serupa telah dilakukan di Rumah Sakit Santoso dan Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, sebagai langkah nyata dalam upaya nasional meningkatkan pengawasan layanan kefarmasian.
Dalam keterangannya, Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengawasan ini krusial untuk menjamin layanan kefarmasian berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. “Masyarakat harus mendapatkan obat yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan terapi. Sidak ini memastikan seluruh aspek layanan farmasi berada dalam koridor yang benar,” ujarnya.
Kegiatan inspeksi ini merupakan bagian dari program nasional BPOM yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Tujuannya adalah menjaga keamanan, kenyamanan, serta kualitas layanan kefarmasian demi melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sorotan terhadap Penyalahgunaan Obat
Selain memastikan standar layanan, Taruna Ikrar turut menyoroti tingginya potensi penyalahgunaan obat yang belakangan ini marak terjadi.
“Inspeksi ini sangat penting karena banyak kasus penyalahgunaan obat terjadi akibat akses yang tidak terkendali. Salah satu contoh terbaru adalah kasus dokter residen anestesi di Universitas Diponegoro (Undip) yang diduga menyalahgunakan obat karena bebas mengakses instalasi farmasi,”ungkapnya.
Kasus tersebut menuai perhatian luas dari pengamat kesehatan yang menilai bahwa peristiwa semacam ini dapat mencoreng dunia kedokteran serta menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap tenaga medis maupun rumah sakit.
“Profesi yang semestinya erat dengan rasa kemanusiaan justru bertindak sebaliknya. Akibatnya, muncul syak wasangka pada sejumlah pasien terhadap integritas pelayanan medis,”kata salah satu pengamat.
Hasil dari inspeksi ini akan menjadi dasar pembinaan serta peningkatan kualitas layanan farmasi secara nasional. BPOM berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan guna memastikan bahwa fasilitas kesehatan di Indonesia memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.(*)






