Wali Kota Parepare Serahkan SK PPPK: Momentum Awal Pengabdian dan Komitmen Pelayanan

PAREPARE– Suasana Anjungan Cempae, Rabu, 30 Juli 2025 malam tadi , menjadi saksi haru dan bahagia bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan kepada puluhan PPPK dalam sebuah seremoni yang menggabungkan nuansa formal dengan kehangatan komunitas.

Dalam pidatonya, Tasming menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas kehadiran PPPK sebagai bagian dari roda pelayanan publik di Parepare. “Semoga penantian ini sebanding dengan semangat pengabdian yang akan saudara-saudara berikan. Tingkatkan disiplin, jaga integritas, dan jadikan tugas ini sebagai panggilan hati,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Wali Kota juga menekankan pentingnya orientasi kerja PPPK yang tidak hanya administrasi belaka, tetapi harus berpijak pada tanggung jawab sosial dan dampak nyata. “SK bukan sekadar dokumen. Ia adalah pengingat komitmen. Mari maksimalkan pelayanan dan hadirkan perubahan bagi warga Parepare,” tambahnya.

Gaji Sesuai Regulasi, Pengabdian Diharapkan Hadir Sejak Hari Pertama

Terkait penggajian, Pemkot Parepare memastikan pencairan gaji berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Gaji bulan Agustus akan dibayarkan tanggal 1, sementara gaji bulan Juli dijadwalkan cair sekitar 10 Agustus 2025. Wali Kota menggarisbawahi bahwa aspek administratif tidak boleh mengurangi semangat kerja dan pelayanan.

“Jangan tunggu gaji untuk mulai bekerja. Kota Parepare butuh energi baru yang langsung bergerak,” tegas Tasming.

Selepas acara penyerahan SK, Tasming menyempatkan diri berbaur dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi. Kehadiran Wali Kota dinilai membawa angin segar bagi para pedagang.

“Dagangan kami banyak yang laku, tidak seperti hari biasa. Terima kasih Pak Wali,” ujar seorang pedagang dengan wajah sumringah.

Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa acara pemerintahan pun bisa berdampak langsung terhadap kehidupan komunitas lokal, jika dikelola dengan pendekatan inklusif dan partisipatif.(*)

Pos terkait