PMI Salurkan Bantuan USD 100.000 untuk Myanmar: Solidaritas ASEAN di Tengah Krisis

YANGON– Sebagai wujud nyata solidaritas regional dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai USD 100.000 kepada Myanmar Red Cross Society (MRCS). Bantuan ini disampaikan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, sebagai bentuk dukungan berkelanjutan Indonesia terhadap masyarakat Myanmar yang terdampak krisis dan bencana alam.

Penyerahan donasi dilakukan oleh Kuasa Usaha ad Interim KBRI Yangon, Muhammad Arif Hidayatullah, kepada Presiden MRCS, Prof. Dr. Myo Nyunt, dalam seremoni resmi di Kantor MRCS, Yangon. Turut hadir jajaran pimpinan MRCS dan perwakilan diplomatik Indonesia, memperkuat atmosfer kolaboratif antarnegara ASEAN.

Bacaan Lainnya

Donasi ini akan digunakan untuk memperkuat operasi tanggap darurat MRCS, khususnya pascabencana gempa bumi dahsyat yang baru-baru ini mengguncang Myanmar. MRCS telah mengerahkan relawan dan sumber daya untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi korban, serta mendukung pemulihan masyarakat terdampak.

“Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan antara sesama Perhimpunan Nasional Palang Merah di kawasan. PMI berharap dukungan ini dapat memperkuat respons kemanusiaan yang tengah dilakukan oleh Myanmar Red Cross Society,” ujar A.M. Fachir, Sekretaris Jenderal PMI, dari Jakarta. Ia juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi KBRI Yangon yang dinilai sangat sigap dan transparan.

Kolaborasi antara PMI dan MRCS mencerminkan kemitraan erat dalam lingkup Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). PMI menegaskan kembali dedikasinya untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip kemanusiaan dan memperkuat kerja sama lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan atas pengabdian MRCS dalam melayani masyarakat Myanmar di tengah situasi sulit. Dalam pesan solidaritasnya, Indonesia menegaskan komitmen untuk terus berdiri bersama rakyat Myanmar, menjadikan kemanusiaan sebagai jembatan diplomasi dan harapan.(*)

Pos terkait