JAKARTA— Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi mengumumkan ruang lingkup penilaian untuk kategori “Most Inspiring Tourism Leader” dalam ajang bergengsi Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025. Penghargaan ini menjadi sorotan utama sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap kepala daerah yang menunjukkan kepemimpinan transformatif dalam memajukan sektor pariwisata.
Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kemenpar, Norman Sasono, memaparkan secara rinci mekanisme penilaian, tahapan seleksi, dan kriteria evaluasi yang akan digunakan untuk menilai para pemimpin daerah dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Most Inspiring Tourism Leader bukan sekadar gelar, tetapi simbol dari visi, strategi, dan pengaruh positif kepala daerah dalam membentuk ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas,” ujar Norman.
Empat Pilar Penilaian: Dari Akuntabilitas hingga Inovasi
Penilaian kategori ini akan berfokus pada empat komponen utama:
1. Akuntabilitas Kinerja
Meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pariwisata, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
2. Dampak Positif terhadap Perekonomian Daerah
Menilai kontribusi sektor pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat, wisatawan, dan lingkungan melalui sistem pengukuran dampak yang terstruktur.
3. Kolaborasi Pentahelix
Mengukur efektivitas jejaring antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media dalam membangun sinergi pariwisata.
4. Aksi dan Inovasi Nyata
Menyoroti program-program kreatif yang telah dijalankan dan memberikan manfaat konkret bagi budaya, alam, dan masyarakat lokal.
Periode pengusulan tokoh dibuka mulai 17 September hingga 17 Oktober 2025, dengan proses verifikasi dan penilaian berlangsung sepanjang Oktober–November. Puncak penghargaan dijadwalkan pada Desember 2025.
Norman menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga alat untuk mendorong praktik kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan tren wisata global. “Iklim pariwisata terus berubah. Pemimpin daerah harus mampu berbenah dan berinovasi, menjawab tuntutan wisatawan yang kini lebih sadar akan kualitas, keberlanjutan, dan tanggung jawab lingkungan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen bersama dalam melahirkan champions pariwisata yang mampu menjadi teladan nasional.
Selain kategori Most Inspiring Tourism Leader, WIA 2025 juga menghadirkan sembilan kategori lainnya, seperti Anugerah Desa Wisata Terbaik, Green Event of the Year, dan Local Heroes Pariwisata. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya menyatakan bahwa WIA bukan hanya ajang apresiasi, tetapi juga refleksi kolektif atas perjalanan memajukan pariwisata Indonesia. “Wisatawan kini menuntut pengalaman yang utuh dari kebersihan, keselamatan, hingga pelayanan dan tanggung jawab lingkungan. Wonderful Indonesia Awards adalah cermin dari komitmen kita bersama,” ujar Menteri Widiyanti.(*)






