Luluskan 565 Mahasiswa, Poltekpar Makassar Cetak SDM Unggul untuk Pariwisata Masa Depan

MAKASSAR — Sebanyak 565 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar resmi diwisuda dalam sebuah seremoni penuh semangat dan harapan di Kampus Poltekpar Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka dinyatakan siap menjadi garda terdepan dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia yang tengah bangkit dan berkembang pesat.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh civitas akademika, orang tua, dan para wisudawan/wisudawati atas pencapaian yang membanggakan.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan adalah kunci untuk menyiapkan masa depan. Hari ini, kalian telah memegang kunci itu, bekal untuk membuka peluang dan menapaki perjalanan baru dengan percaya diri,” ujar Menteri Widiyanti.

Dalam pidatonya, Menteri Widiyanti memaparkan data pertumbuhan pariwisata Indonesia yang menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2024, Indonesia mencatat 13,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara naik 19 persen dari tahun sebelumnya. Hingga Juli 2025, angka itu sudah mencapai 8,5 juta kunjungan, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara pada 2024 menembus angka 1 miliar perjalanan, dan hingga pertengahan 2025, telah meningkat 19,25 persen.

“Pertumbuhan ini adalah peluang besar, namun juga amanah. Pariwisata masa depan bukan hanya soal jumlah kunjungan, tetapi tentang menghadirkan pengalaman berkualitas, menjaga kelestarian alam dan budaya, serta memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tegasnya.

Menteri Widiyanti menekankan bahwa SDM pariwisata yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global sangat dibutuhkan. Ia berharap lulusan Poltekpar Makassar mampu menjawab tantangan tersebut dengan keterampilan teknis, kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, dan integritas tinggi.

Salah satu momen paling menyentuh dalam acara wisuda datang dari Ridho Raditya Putra, wisudawan Program Diploma 3 Perjalanan Wisata yang merupakan teman tuli. Dalam sambutannya, Ridho menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen dan rekan-rekan yang telah membuka ruang inklusif, termasuk pengalaman berharga menjadi pemandu wisata dengan bahasa isyarat.

“Bahasa bukan hanya bentuk komunikasi, tapi bukti bahwa bahasa kebaikan bisa diterima oleh teman tuli dan teman netral,” ujar Ridho, yang mengajak semua lulusan untuk tetap optimistis dan mengejar impian.

Menutup sambutannya, Menteri Widiyanti menyampaikan empat pesan penting kepada para lulusan:

1. Terus belajar, karena dunia selalu berubah.
2. Bangun jejaring dan kolaborasi, karena kesuksesan tidak pernah berdiri sendiri.
3. Jaga integritas, sebab kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi karier.
4. Ingat akar budaya dan tanah kelahiran, jadilah duta pariwisata daerah di manapun berada.

“Jadilah generasi yang berwawasan global, namun lokal dalam hati. Saya percaya, di tangan kalian, pariwisata Indonesia akan semakin berdaya saing, berkelanjutan, dan mendunia,” tutup Menteri Widiyanti.

Wisudawan berasal dari 8 program studi Diploma 3, antara lain sebanyak 46 wisudawan berasal dari Program Studi Divisi Kamar, sementara Program Studi Tata Hidang meluluskan 61 orang. Program Studi Seni Kuliner mencatatkan 66 wisudawan, dan Perjalanan Wisata menyumbang 64 lulusan.

Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara meluluskan 89 orang, sedangkan Usaha Perjalanan Wisata menjadi program studi dengan jumlah wisudawan terbanyak, yaitu 95 orang. Program Studi Pengelolaan Perhotelan meluluskan 65 wisudawan, dan Destinasi Pariwisata menyusul dengan 79 lulusan.

Acara wisuda turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Pariwisata, para direktur Poltekpar dari berbagai daerah, Walikota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin, serta pimpinan asosiasi usaha dan profesi pariwisata.(*)

Pos terkait