POLMAN,– Sebanyak 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengikuti uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lab SMP 4 Polewali Rabu 17 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polman.
Uji kompetensi JPT tersebut diikuti 24 pejabat pimpinan tinggi pratama yang saat ini menduduki jabatan strategis di masing-masing OPD. Pelaksanaan uji kompetensi bertujuan untuk menilai kesesuaian kompetensi pejabat dengan jabatan yang diemban, baik dari aspek manajerial, teknis, maupun sosial kultural.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPP Polman Sarianto menyampaikan bahwa uji kompetensi ini merupakan amanat peraturan perundang-undangan serta bagian dari sistem merit dalam manajemen ASN. Melalui uji kompetensi, diharapkan kinerja organisasi perangkat daerah dapat semakin optimal dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Uji kompetensi ini bukan semata-mata evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kapasitas pejabat agar lebih profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Proses uji kompetensi dilakukan oleh tim penguji yang kompeten dan independen, dengan metode penilaian meliputi wawancara, penelusuran rekam jejak, serta pemaparan makalah atau gagasan strategis sesuai bidang tugas masing-masing OPD.
Pemerintah Kabupaten Polman berharap, melalui pelaksanaan uji kompetensi JPT ini, akan terwujud birokrasi yang semakin adaptif, akuntabel, dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Bupati Polewali Mandar H.Samsul Mahmud menyampaikan bahwa uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polman.
Menurutnya, uji kompetensi ini penting untuk memastikan setiap pejabat yang menduduki jabatan pimpinan tinggi benar-benar memiliki kemampuan, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Uji kompetensi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk melihat sejauh mana kapasitas dan potensi pejabat dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah. Kita ingin OPD di Polman diisi oleh pimpinan yang profesional, berintegritas, dan mampu bekerja cepat serta tepat,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa hasil uji kompetensi akan menjadi bahan pertimbangan dalam penataan dan pengembangan karier pejabat ke depan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Polewali Mandar Nursaid Mustafa menekankan bahwa uji kompetensi JPT merupakan bagian dari penerapan sistem merit dalam manajemen ASN.
Sekda menjelaskan, melalui uji kompetensi ini pemerintah daerah dapat memetakan kompetensi pejabat secara objektif dan terukur, sehingga penempatan pejabat dapat lebih tepat sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Dengan uji kompetensi ini, kita ingin memastikan bahwa pejabat pimpinan tinggi memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi. Harapannya, kinerja OPD semakin efektif dan pelayanan publik kepada masyarakat semakin meningkat,” kata Sekda.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses uji kompetensi dilaksanakan secara transparan dan profesional dengan melibatkan tim penguji yang independen.(*)





