Parepare– Menutup tahun 2025, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda memaparkan sejumlah capaian kinerja kepolisian dalam jumpa pers di Mako Polres Parepare. Didampingi jajaran utama diantaranya, Kabag Ops Kompol Slamet Pariyanto, Kasat Reskrim AKP Agus Purwanto, Kasat Narkoba Iptu Tarmizi, Kasat Lantas AKP Muh Arsyad, dan Kasi Humas Iptu Suhendarwadi.
Kapolres menekankan dua isu krusial, diantaranya tertib lalu lintas dan penanganan antrean BBM di SPBU. Indra Waspada menegaskan komitmen Polres Parepare dalam memberikan edukasi berlalu lintas kepada masyarakat.
Program dilakukan lewat sekolah-sekolah, media massa, radio, hingga kanal online. Polres juga berkolaborasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk menertibkan fenomena “Pak Ogah” di jalanan. “Kami ingin sinergi penuh antara pemerintah kota dan kepolisian agar Parepare bisa lebih tertib dan aman,” tegas Indra.
Selain lalu lintas, Kapolres menyoroti masalah antrean panjang di SPBU akibat proses loading BBM. Polres membuka call center 110 untuk menerima laporan kemacetan akibat distribusi BBM.
Beberapa SPBU sudah aktif melapor, namun masih ada yang tidak menyampaikan informasi stok sehingga polisi kesulitan mengatur arus kendaraan.
“Kalau ada proses loading, tolong disampaikan. Anggota kami bisa standby lebih awal untuk mengatur parkir dan mencegah macet,” ujar Kapolres.
Meski ada capaian, Kapolres mengakui kendala koordinasi dengan pihak SPBU dan Iswana Migas. Tanpa transparansi, polisi hanya bisa turun setelah kemacetan terjadi. Hal ini membuka ruang kritik publik, apakah koordinasi lintas sektor sudah berjalan efektif, atau masih sekadar wacana?.(*)





