PAREPARE — Komunitas Masyarakat Peduli Bangsa (KMPB) Kota Parepare bersama sejumlah organisasi Islam dan masyarakat sipil, di antaranya GMKR, KAHMI, DMI, LSM FOKUS, FMB, FMS, FPU, dan Lingkar Hijau, menggelar aksi bertajuk “Ramadan Bela Iran–Palestina” di depan Masjid Agung Parepare, Jumat, 13 Maret 2026.
Aksi ini digelar menyusul meningkatnya ketegangan global pasca agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan sikap, KMPB bersama aliansi organisasi menegaskan:
– Mengutuk keras agresi Israel–AS di bulan Ramadan yang menelan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melanggar hukum internasional.
– Mendukung penuh perlawanan Iran sebagai bentuk pembelaan diri atas pelanggaran kedaulatan.
– Mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik Indonesia dari perjanjian Board of Peace (BoP) dan Agreement Reciprocal Trade (ART) yang dinilai merugikan diplomasi politik Indonesia serta mengkhianati perjuangan Palestina.
– Mendukung usulan pemakzulan Presiden Prabowo bila tidak menarik Indonesia dari BoP dan ART.
– Menyerukan persatuan dunia Islam untuk melawan penjajahan dan memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsa.
– Mengajak ormas Islam, akademisi, ulama, dan kaum terpelajar agar tidak berdiam diri atas ketidakadilan terhadap umat Islam.
– Mendesak MUI agar lebih tegas dan responsif terhadap kebijakan pemerintah terkait Iran, Palestina, dan kepentingan umat Islam.
Dalam orasi, perwakilan KMPB, HA Rahman Saleh menegaskan bahwa Ramadan bukan alasan untuk berdiam diri. Ia mengingatkan sejarah Islam justru mencatat momentum perlawanan besar di bulan Ramadan, mulai dari Perang Badar hingga penaklukan Mekkah.
“Banyak orang memilih diam dengan alasan Ramadan, padahal sejarah menunjukkan justru di bulan Ramadan terjadi peperangan besar. Melawan kezaliman dan ketidakadilan adalah amal besar. Palestina sudah sekian puluh tahun dijajah, dan Iran satu-satunya negara Islam yang berani melawan adikuasa Amerika. Kita di Parepare harus menunjukkan bahwa orang-orang baik tidak boleh diam,” ujarnya.
Rahman juga mengutip pesan Imam Ali bahwa kezaliman bertambah bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena diamnya orang-orang baik. Ia menegaskan ulama, akademisi, dan cendekiawan tidak boleh memilih zona nyaman ketika umat Islam ditindas.
Sebagai tindak lanjut, KMPB menyatakan akan mengirim surat resmi ke Dubes Amerika Serikat berisi Statement of Position yang menegaskan sikap penolakan terhadap agresi Israel–AS, dukungan terhadap perlawanan Iran, serta desakan agar Indonesia tidak terjebak dalam perjanjian internasional yang merugikan perjuangan Palestina.
Hadir dalam giat Aksi Damai tersebut antara lain:
– Ketua Ormas FPU Parepare H. A. Rahman Saleh
– Ketua KMPB Parepare Muhclis Abdullahi
– Ketua LSM FMB Parepare Zainal Mandeng
– Ketua LSM Lingkar Hijau Ikbal Rahim Gani
– Ketua LSM Fokus Mu’thasum Arief Paseh
– Sekretaris KMPB Parepare Gustam, SE
– Simpatisan KMPB Ustadz Bhactiar Mappagau
– Simpatisan KMPB Bhactiar Abu Bakar
– Humas LSM Fokus (Simpatisan KMPB) Adi Mulyadi
– Simpatisan KMPB Parepare Suratman
– Simpatisan KMPB Parepare Bento
– Simpatisan KMPB Parepare H. Amran Amar
– Simpatisan KMPB Parepare Sapri
– Simpatisan KMPB Parepare Naya Sri Wahyuni (Jurnalis Media Fajar).(*)






