MAKASSAR – Bertempat di Kantor PWI Sulsel, Kamis, 18 Juni 2026. Ketua PWI Sulsel terpilih Suwardi Thahir menggelar pertemuan sederhana bersama sejumlah wartawan dan tokoh media. Agenda ini sekaligus membahas persiapan masuk kantor pada Jumat, 19 Juni 2026 besok, yang akan diawali dengan ritual adat syukuran sebagai simbol langkah baru kepemimpinan.
Pertemuan penuh kekeluargaan itu dihadiri perwakilan wartawan dari TVRI dan RRI, di antaranya Rahman, Kadri, Anis, serta Ahmad Irwan. Hadir pula tokoh media seperti Fadil Sunarya, Iksan, Abdullah, dan Mappiar, serta dukungan hangat dari ibu-ibu IKWI.
Di balik suasana hangat, diskusi mengerucut pada persoalan serius, Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI yang banyak sudah kedaluwarsa. Sejumlah wartawan dari TVRI dan RRI mengaku KTA mereka mati masa berlaku, padahal sebagian besar telah memiliki Sertifikat UKW Utama.
“Ini jadi tantangan tersendiri. Banyak teman-teman korban aturan perpanjangan KTA karena kurang sosialisasi, padahal mereka sudah UKW. Inilah yang akan kita bahas ke depan,” tegas Suwardi.
Regulasi yang Menjerat Anggota
Salah satu poin penting yang dibahas adalah mekanisme perpanjangan KTA. Sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, perpanjangan hanya berlaku jika masa berlaku KTA habis kurang dari satu tahun. Jika lebih dari itu, keanggotaan dianggap gugur.
Berdasarkan Pasal 6 Ayat 1 PRT PWI, keanggotaan juga gugur bukan hanya karena belum UKW, tetapi juga jika berstatus ASN, TNI-Polri, atau tidak memperpanjang KTA lebih dari setahun setelah habis masa berlaku.
Suwardi menegaskan, isu KTA akan menjadi salah satu pekerjaan rumah utama kepengurusan barunya. Selain memastikan proses administrasi berjalan sesuai aturan, ia berkomitmen memperkuat sosialisasi agar anggota tidak lagi terjebak aturan yang berujung pada gugurnya keanggotaan.
Selain isu KTA, Mappiar menambahkan bahwa dalam pertemuan itu juga dibahas susunan kepengurusan di bawah nahkoda Suwardi Thahir. Kepengurusan ini diharapkan dapat bekerjasama secara profesional dalam menghadirkan organisasi yang lebih baik ke depan. (*)






