BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG, Tegas Hentikan Pelanggaran

Kepala BGN Sudaryono.

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup 833 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara permanen. Langkah ini diambil setelah evaluasi menemukan pelanggaran serius terkait higienitas, sanitasi, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tak kunjung diperbaiki meski diberi tenggat waktu. “Kalau ini sudah di-suspend, tutup tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran,” tegas Kepala BGN Sudaryono.

Sebanyak 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, NTB, NTT, dan Papua terkena suspend permanen. BGN memastikan distribusi makanan tetap berjalan dengan mengalihkan porsi ke dapur lain di sekitar lokasi.

Bacaan Lainnya

Rekam Jejak Suspend

Penutupan permanen ini menjadi babak baru pengawasan dapur MBG. Sejak program dimulai 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, tercatat 8.182 SPPG pernah di-suspend dari total 27.208 unit yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu, 5.659 dapur kembali aktif setelah memenuhi syarat, sementara 2.213 unit masih berstatus suspend. Menurut Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, pelanggaran yang bisa berujung suspend mencakup:

– Sanitasi dan keamanan pangan.
– Belum memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).
– Tidak memiliki IPAL sesuai ketentuan.
– Tidak menyediakan mess bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan.
– Tata kelola buruk serta sarana pendukung yang tidak lengkap.

BGN menegaskan penutupan permanen ini adalah bagian dari penegakan standar higienitas dan sanitasi dapur MBG agar program tetap berjalan sesuai ketentuan.

Pos terkait