PAREPARE — Dugaan penggunaan kendaraan tak sesuai standar oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare kembali memantik kritik keras.
Mobil Avanza hitam dan silver yang terparkir di Jalan Bambu Runcing, Bumi Harapan, Bacukiki Barat, diduga kuat menjadi kendaraan operasional dapur gizi tersebut. “Iya, itu kendaraan yang biasa digunakan mengantar makanan,” ungkap seorang warga sekitar, Selasa, 28 Juli 2026.
Kendaraan non-standar ini dipakai untuk mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah, menimbulkan kekhawatiran serius atas keamanan pangan dan mutu gizi.
Koordinator BGN Parepare, Bagus Triantoro, bungkam saat dimintai konfirmasi. Namun, sebelumnya Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan aturan jelas setiap SPPG wajib memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, mutu gizi, dan tata kelola.
“Kami akan perbaiki, akan kami tegur. Kalau memang tidak bisa perbaiki, kami tutup. Jangan sampai nila setitik, rusak susu sebelanga,” tegasnya.
Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menekankan pola reward and punishment. SPPG disiplin akan diberi apresiasi. Dan SPPG bandel terancam suspend operasional. BGN berencana melakukan inspeksi mendadak acak untuk memastikan kepatuhan juknis.






