Antisipasi Gagal Panen,Bupati Samsul Mahmud Kerahkan Damkar Aliri Persawahan di Rappang Barat

POLEWALI MANDAR –, Merespons ancaman kekeringan yang meluas di sektor pertanian, UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengerahkan personel Regu C dalam aksi penyiraman darurat di Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, pada Senin (27/7/2026).

Operasi kemanusiaan non-kebakaran ini difokuskan untuk menyelamatkan sekitar 250 hektare lahan persawahan warga yang terancam gagal panen.

Bacaan Lainnya

Penanganan darurat ini dilakukan atas instruksi langsung Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, setelah menerima aspirasi para petani yang tanamannya mulai memasuki fase berisi namun mengalami kekeringan selama dua bulan terakhir.

Guna memastikan penanganan darurat serta pemetaan solusi jangka panjang berjalan lancar, sejumlah pejabat daerah dan unsur kewilayahan hadir langsung mendampingi para petani di lokasi persawahan Desa Rappang Barat.

Hadir dalam kegiatan ini yakni Bupati Polman Samsul Mahmud, Kadis Buntarnak beserta Jajarannya, kepala UPTD Damkar Polman bersama 15 personel regu C,Pemerintah desa serta para kelompok tani dan Babinsa setempat.

Operasi penyiraman yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu dilaporkan resmi pada pukul 12.19 WITA dengan mengandalkan dua unit armada mobil pemadam dari Pos Induk Polewali. Sebanyak 15 personel Regu C bahu-membahu membentangkan selang sepanjang puluhan meter menerobos area persawahan.

Untuk menjangkau area tanah yang mengering, tim menggunakan teknik penyiraman dengan nozzle bertekanan tinggi. Armada Damkar dilaporkan telah melakukan pengisian ulang air secara bolak-balik sebanyak 8 kali demi membasahi permukaan tanah persawahan agar tanaman padi yang sedang berbuah dapat bertahan hidup.

“Kami terjun langsung bersama Pak Bupati dan instansi terkait untuk membantu petani di musim kemarau ini. Dua armada yang kami turunkan sudah delapan kali bolak-balik mengisi air. Teknik penyiraman menggunakan selang bertekanan agar jarak semprot bisa menjangkau area persawahan yang jauh,” ujar Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Rappang Barat, Talib, menjelaskan bahwa dari total 400 hektare kawasan pertanian di desanya, sebanyak 250 hektare mengalami kekeringan parah akibat menyusutnya debit air Sungai Andau dan ketiadaan hujan. Padahal, lokasi persawahan hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Bendungan Sekka-Sekka.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Polman Samsul Mahmud menegaskan bahwa intervensi armada Damkar merupakan langkah tanggap darurat jangka pendek.

Untuk jangka panjang, Pemkab Polman bersama Dinas Pertanian dan Balai Wilayah Sungai (BWS) sedang menyiapkan penambahan kapasitas bendungan kecil (seperti Bendungan Curede) serta penambahan titik sumur bor.

Pada kesempatan itu juga Dinas Perkebunan Pertanian dan Peternakan (Disbuntarnak) melalui bidang Hortikultura kabupaten Polman mencatat sebaran persawahan yang mengalami kekeringan di musim kemarau tahun ini telah mencapai 1.084,18 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Binuang, Mapilli, dan Matakali.(*)

Pos terkait