Kawal Pemulangan Jenazah Dari Armenia, Pemkab Maros Pertemukan Keluarga Valenth Dengan Komisi IX DPR RI

Bupati Maros Chaidir Syam (kiri) pertemukan keluarga korban pembunuhan di Armenia dengan Anggota Komisi IX DPR RI

JAKARTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, memfasilitasi keluarga almarhum Valenth Alexie Tamboto, warga Maros yang diduga menjadi korban pembunuhan di Armenia, untuk menemui anggota Komisi IX DPR RI.

Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto bersama Bupati Maros AS Chaidir Syam, bertemu anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya dan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi.

Bacaan Lainnya

Pertemuan itu berlangsung di ruang Fraksi PAN DPR RI.

Dalam pertemuan tersebut, Uya Kuya menghubungi pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memperoleh informasi terkait perkembangan kasus yang menimpa Valenth, termasuk proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

“Pak Uya Kuya tadi menelepon langsung pihak Kemenlu untuk meminta penjelasan. Dari komunikasi tersebut, Kemenlu sudah berkoordinasi dengan pihak konsuler di Armenia terkait proses pemulangan jenazah Vallen,” kata Chaidir pada Kamis (20/8/2026).

Ketua PMI Maros itu mengatakan, Kemenlu memastikan akan berupaya membantu proses pemulangan jenazah Valenth ke Indonesia.

Saat ini kata Chaidir, kasus tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian Armenia.

Sejumlah dokumen administrasi, termasuk paspor milik almarhum, masih berada di tangan pihak kepolisian setempat.

“Sekarang masih diproses oleh kepolisian Armenia. Administrasi, termasuk paspor almarhum, masih dipegang pihak kepolisian di sana. Jadi kita masih menunggu prosesnya, apalagi ini merupakan kasus kriminal sehingga negara harus hadir,” ujarnya.

Chaidir menyampaikan apresiasi kepada Uya Kuya dan Ashabul Kahfi atas perhatian dan dukungan dalam mengawal kasus yang menimpa warga Maros tersebut.

Menurutnya, Pemkab Maros akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar proses pemulangan jenazah dapat segera diselesaikan.

“Ini persoalan kemanusiaan. Kami dari Pemkab Maros akan terus mengawal kasus ini sampai jenazah Valenth dapat kembali ke Maros dan dimakamkan di kampung halamannya,” pungkas Chaidir.

Pos terkait