Tanam 70 Ribu mangrove, InJourney Airports Dorong Pesisir Maros Jadi Kawasan Ekologi

Penanaman 70 ribu mangrove oleh InJourney Airports di wilayah Pesisir Maros, pada Kamis (20/8/2026)

MAROS — Sebanyak 70.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Dusun Binanga Sangkara, Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (20/8/2026).

Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari Program InJourney Airports Green yang digelar pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dari total 70.000 bibit yang disiapkan, sebanyak 60.000 bibit berasal dari pihak Bandara Sultan Hasanuddin, sementara 10.000 bibit lainnya berasal dari regional.

Regional CEO VI InJourney Airports, Handy Heryudhitiawan mengatakan, penanaman dilakukan di kawasan yang memiliki luas sekitar 10 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare telah mulai ditanami mangrove.

“Jadi saat ini dari kami secara total kurang lebih sekitar 60.000. Dari bandara dan 10.000 dari regional, kurang lebih sekitar ada 70.000 bibit mangrove,” kata Handy.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara pengelola bandara, pemerintah daerah dan masyarakat.

Kawasan mangrove dinilai memiliki manfaat besar bagi ekosistem sekaligus masyarakat pesisir karena menjadi habitat berbagai biota, termasuk ikan dan kepiting yang dapat dimanfaatkan warga.

“Manfaatnya banyak banget, bukan hanya dari sisi kami selaku pengelola bandara, tapi juga dari lingkungan sekitar sini,” ujarnya.

Handy mengatakan, seluruh kawasan yang tersedia ditargetkan dapat dihijaukan secara bertahap dengan penambahan bibit mangrove secara berkelanjutan.

“Yang ditanam tadi sekitar 5 hektare. Kalau yang tersedia sekitar 10 hektare. Bibitnya nanti akan terus disuplai dan kita tanam semua,” katanya.

Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis ekologi.

“Pemanfaatan ekologi di sini sebagai pariwisata. Ini juga hal yang bisa kita dorong nanti ke depan,” ujarnya.

Program penghijauan tersebut juga berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin.

Handy berharap kawasan mangrove dapat menjadi habitat bagi burung sehingga aktivitas satwa tidak mengganggu operasional penerbangan.

“Kami berharap dengan adanya ini, habitat binatang khususnya burung itu akan pindah ke sini dan penerbangan akan semakin aman dan selamat,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Maros, Nuryadi mengatakan, keberadaan mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Selain menjadi tempat hidup dan berkembang biak berbagai jenis biota laut, mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

“Mangrove ini banyak manfaatnya. Selain menjaga pesisir dari abrasi, juga menjadi tempat hidup berbagai biota laut yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Nuryadi berharap program penanaman mangrove tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

“Kita berharap ini terus dijaga dan dikembangkan. Karena manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga bisa dirasakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pos terkait