PANGKEP– Sejarah baru pengabdian TNI-Polri tercatat hari ini. Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang digarap oleh TNI dan Polri. Peresmian dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dengan kehadiran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Di lapangan, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak berdiri di salah satu jembatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengikuti kegiatan dari Kabupaten Lebak, Banten.
Momentum ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kehadiran negara di tengah rakyat. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran TNI dan Polri. Ia menegaskan bahwa jembatan dan sumber air bersih adalah bukti nyata pengabdian aparat kepada rakyat.
“Saudara-saudara adalah tentaranya rakyat, polisinya rakyat, lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya saudara juga akan kembali kepada rakyat,” ujar Presiden dengan nada penuh kebanggaan.
Pesan ini menjadi penegasan politik sekaligus moral: TNI dan Polri bukan sekadar institusi keamanan, melainkan bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
KSAD Jenderal Maruli melaporkan bahwa TNI AD telah mengerjakan 3.008 jembatan, dengan 2.500 selesai, 508 dalam proses, dan 798 di daerah bencana. Dampaknya luar biasa: 9.008 sekolah kini lebih mudah diakses, 7.807 desa terhubung, serta 4.502 fasilitas kesehatan dan 4.618 fasilitas ekonomi terbuka jalannya. Sekitar 4,5 juta jiwa merasakan manfaat langsung.
“Anak-anak sekolah tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi beresiko untuk mencapai sekolah,” kata Maruli, menekankan dimensi kemanusiaan dari pembangunan ini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melaporkan bahwa Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi di 30 Polda. Sebanyak 874 unit selesai dengan total panjang 19,2 km, menghubungkan 1.314 desa dan memberi manfaat bagi dua juta masyarakat.
“Suatu kehormatan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Ini memberikan semangat bagi seluruh personil TNI dan Polri untuk terus berada di tengah rakyat dan memahami masalah masyarakat,” ujar Kapolri.
Di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, peresmian simbolis dilakukan pada Jembatan Garuda Merah Putih di Kampung Jennae, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci. Bupati Pangkep Dr. H. Muh. Yusran Lalogau hadir bersama jajaran pemerintah daerah, menyambut infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga.
Selain jembatan, pembangunan sumber air bersih menjadi penopang kebutuhan dasar masyarakat. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah akses air, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup secara berkelanjutan.
Peresmian ini bukan sekadar angka ribuan jembatan dan ribuan sumber air bersih. Ia adalah narasi panjang tentang bagaimana negara hadir melalui tangan TNI dan Polri.
Jembatan bukan hanya beton dan besi, melainkan penghubung mimpi anak-anak menuju sekolah, penghubung ibu hamil menuju puskesmas, penghubung petani menuju pasar. Sumber air bersih bukan sekadar pipa dan sumur, melainkan napas kehidupan yang menjaga kesehatan dan martabat warga.
Di balik angka-angka, ada wajah rakyat yang tersenyum karena akses mereka terbuka. Ada cerita anak-anak yang kini bisa berangkat sekolah tanpa harus menyeberangi sungai berbahaya. Ada kisah petani yang hasil panennya lebih mudah dijual karena jalan terbuka. Ada harapan baru bahwa negara benar-benar hadir, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam wujud nyata.






