SPBU Takkalasi Disorot, Hiswana Migas Pastikan Dugaan Permainan Hanya Ulah Oknum

SPBU Takkalasi

BARRU– Dugaan adanya permainan di SPBU KSO Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, mencuat ke publik. Namun, Ketua Hiswana Migas Parepare, H Ibrahim Mukti, menegaskan bahwa jika benar terjadi, hal itu bukanlah kebijakan resmi perusahaan, melainkan ulah segelintir oknum.

“Kalau ada SPBU di KSO oleh Pertamina Retail dipastikan akan berjalan sesuai aturan. Namun, jika dugaan itu benar terjadi, dipastikan ada oknum bermain di balik itu semua,” tegas Ibrahim, Jumat 7 Agustus 2026, malam menanggapi tudingan ketidakprofesionalan pengelolaan SPBU Takkalasi.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu ragu terhadap komitmen Pertamina Retail dalam menjaga standar layanan. “Jangan sampai publik menggeneralisasi seolah-olah semua SPBU KSO bermasalah. Kalau ada yang menyimpang, itu pasti ulah oknum. Hiswana Migas bersama Pertamina akan menindak tegas agar tidak merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Komitmen PERTARE Jaga Standar Layanan

PT Pertamina Retail (PERTARE) saat ini mengelola 419 SPBU di seluruh Indonesia, terdiri atas 182 SPBU COCO (Company Owned Company Operated) dan 237 SPBU KSO (Kerja Sama Operasi). Melalui jaringan ini, PERTARE berkomitmen memperluas akses energi dengan standar operasional, keselamatan, dan pelayanan yang konsisten.

SPBU COCO dikelola langsung oleh PERTARE, sementara SPBU KSO adalah SPBU DODO (Dealer Owned Dealer Operated) yang dimiliki mitra, namun tetap berada dalam pendampingan operasional PERTARE. Skema ini memungkinkan perusahaan memperluas cakupan layanan sekaligus memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Sebelumnya, Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menegaskan bahwa sinergi antara SPBU COCO dan KSO menjadi strategi utama perusahaan dalam memperkuat jaringan ritel energi.
“Baik SPBU COCO maupun SPBU KSO memiliki peran yang sama dalam menghadirkan layanan energi bagi masyarakat. Dengan standar operasional, keselamatan, dan pelayanan seragam, kami ingin memastikan pelanggan memperoleh pengalaman layanan yang konsisten di seluruh jaringan SPBU PERTARE,” ujarnya.

Selain BBM, PERTARE juga mendorong pengembangan Non Fuel Retail (NFR), digitalisasi layanan, serta peningkatan fasilitas SPBU. Transformasi ini menjadikan SPBU bukan sekadar tempat pengisian bahan bakar, tetapi pusat layanan energi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Sorotan terhadap SPBU Takkalasi menunjukkan pentingnya pengawasan publik. Dugaan permainan yang muncul harus dipastikan tidak mencoreng komitmen resmi PERTARE. Pernyataan Hiswana Migas menegaskan bahwa jika ada praktik menyimpang, itu hanyalah ulah oknum yang harus ditindak tegas.

Dengan semangat Satukan Energi Melayani Negeri, PERTARE menargetkan menjadi perusahaan ritel energi kelas dunia. Namun, kasus seperti Takkalasi menjadi ujian nyata: apakah standar pelayanan benar-benar dijaga, atau ada celah yang dimanfaatkan pihak tertentu.

Pos terkait