Sidrap Percepat IP300 Lewat Penggarapan Lahan di Desa Botto

SIDRAP– Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mengebut program Intensifikasi Pertanaman (IP) 300 sebagai strategi menjaga produksi pangan daerah.

Langkah nyata ditunjukkan di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, dengan dimulainya penggarapan lahan sawah seluas 10 hektare 50 are, Jumat 7 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif. Sebanyak empat unit rotavator dan traktor diturunkan untuk mempercepat olah tanah sebagai persiapan musim tanam berikutnya.

Syaharuddin menegaskan,percepatan olah lahan menjadi kunci agar target IP300 tiga kali tanam dalam setahun dapat terwujud. “Semakin cepat lahan diolah setelah panen, semakin besar peluang petani meningkatkan produktivitas dan pendapatan,” ujarnya.

Melalui program PM-AAS, Pemkab Sidrap menghadirkan bantuan mekanisasi pertanian berupa rotavator, traktor, hingga sarana produksi lain untuk memudahkan petani mengolah lahan secara cepat dan efisien. “Dengan alat pertanian modern, proses olah lahan lebih singkat sehingga target IP300 bisa tercapai,” tambah Syaharuddin.

Selain percepatan olah tanah, pemerintah juga memperkuat dukungan lewat pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan air irigasi, bantuan sumur bor listrik, hingga penambahan alat dan mesin pertanian.

Semua diarahkan agar produktivitas sawah terus meningkat dan posisi Sidrap sebagai lumbung pangan nasional tetap terjaga.

Syaharuddin optimistis, sinergi pemerintah dan kelompok tani akan menjadikan Desa Botto sebagai contoh keberhasilan percepatan tanam di Kecamatan Pitu Riase.

“Kami ingin seluruh potensi lahan pertanian dimanfaatkan maksimal. Semakin sering petani menanam dan panen, maka pendapatan masyarakat juga akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Pos terkait