KILASSULAWESI.COM, SIDRAP — Mahasiswa Program Magister Bio-Engineering Tianjin University Of Science And Technology di China, Ahmad Ridwan Kadir memilih kembali pulang ke kampungnya di Sidrap.
Hal itu dilakukan karena virus mematikan Corona sudah mewabah di di Wuhan, Tiongkok sejak beberapa pekan terakhir.
Putra tunggal dari pasangan alm Abdul Kadir dan Basriani tiba dikampung halamannya di Jalan Bila, Desa Taccimpo, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap dalam keadaan sehat.
Sebelum meninggalkan Kota Tianjin, Kota yang termasuk terpapar virus Corona, Ahmad Ridwan Kadir mahasiswa Tianjin University, sempat mengabadikan suasana kota Tianjin.
Tranportasi umum seperti bus terlihat sepi, hanya ada Ahmad dan sang supir dalam bus tersebut, suasana bendara di Tianjin, juga terlihat sepi.
Alumnus UIN Alauddin itu menceritakan ketika virus itu mulai mewabah di daerah Tianjing tempat dirinya menimbah melakukan penelitian pembuatan obat kanker ginjal bertepatan dengan libur winter atau musim dingin.
Libur winternya juga bertepatan dengan hati imlek. Jadi suasana dikampus itu tidak ada mahasiswa china, namun yang tinggal hanya mahasiswa asing.
Sejak mewabahnua virus itu, keadaan diluar kampusnya itu sunyi. “Saya sempat pindah dari kampus satu ke kampis lainnya itu cuma sendiri di busnya,” katanya, Sabtu, 1 Februari 2020.
Menurutnya, untuk beraktivitas disana pemerintah setempat menganjurkan tidak mendatangi ditempat yang ramai dan tidak dianjurkan naik dikendaraan umum.
“Disana kita selalu was-was, setiap keluar dan masuk asrama maupun kampus harus mengenakan masker dan melakukan pemsriksaan kesehatan suhu tubuh,” ujarnya.
Dia mengatakan, jumlah mahasiswa asal Sulawesi yang ada di Tiongkok itu lebih 200 orang. Khusus di kota Tianjin yang ditempatinya itu ada 3 mahasiswa asal Sulawesi Selatan.
Dijelaskannya, bahwa sebelum dirinya pulang ke tanah air pada 27 Januari 2020 lalu, sudah ada 10 orang yang terkena virus corona di kota Tianjin, tempat dia kuliah.
Dirinya pulang ke Indonesia atas inisiatif sendiri karena sudah ada himbauan libur diperpanjang. Kemudian dia lapor ke dosen pembimbing dan dianjurkan pulang saja dulu sampai wabah ini meredah.
Dikatakannya lagi, selama ini sudah beberapa kali di dites kesehatan. Pertama di kampus, di Bandara China.
“Alhamdulillah dinyatakan sehat. Karena kalau dinyatakan tidak sehat, maka akan diisolasi dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ucapnya.
Sebelum tiba di Sulsel, Ridwan menempuh perjalanan melalui jalur udara dari Tianjin Ke Fuzhou Minggu, 26 Januari sekitar pukul 21.15 Wita. selanjutnya Senin, 27 Januari dia melakukan penerbangan dari Fuzhou ke Jakarta sekitar pukul 18.10 Wita.
Untuk kembali ke Tianjin, Ahmad Ridwan yang juga Alumni Ponpes Modern Rahmatul Asri tahun 2010 lalu itu masih menunggu pengumuman dari kampus.
“Nanti kalau sudah ada pengumuman dari pemerintah China dan pihak kampus menyatakan sudah aman atau steril dari wabah Virus Corona baru bisa kembali kesana,” tuturnya.
Ahmad Ridwan Kadir merupakan mahasiswa Program Magister Bio-Engineering Tianjin University Of Science And Technology, di China.
Dia saat ini sudah memasuki semester akhir atau sementara menyusun tesis.
“Saya sudah 2,5 tahun disana. Sekarang sudah masuk semester akhir dan sementara menyusun tesis. Karena tiga tahun sudah harus selesai,” tandasnya. (ira/ade)






