Gunakan Badan Jalan, Parepare Fair 2023 Tuai Sorotan

Badan jalan yang digunakan sebagai lokasi Parepare Fair 2023

PAREPARE, KILASSULAWESI– Penggunaan badan dan trotoar jalan hingga penutupan jalan dalam agenda Parepare Fair 2023 menuai sorotan warga. Gelaran Parepare Fair 2023 yang akan dilaksanakan 16 hingga 21 Maret 2023 akan dibuka Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

Kegiatan itu sendiri dipusatkan di Alun-alun Lapangan Andi Makkasau. Selama gelaran berlangsung, beberapa ruas jalan ditutup diantaranya Jalan Andi Isa mulai dari Vihara Cakrawala Dharma sampai Kantor Satlantas Parepare, dan Jalan Bau Massepe dari Monumen Cinta sampai Bank Hasa Mitra.

Parepare Fair 2023 meliputi pameran pembangunan, pameran alutsista, otomotif, kuliner dan fashion yang juga akan dihibur artis ibukota. Ketua Panitia Parepare Fair 2023 yang juga merupakan Kabid Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Diskominfo Parepare, Andi Askar menjelaskan, penutupan jalan tersebut telah melalui sejumlah proses.

Pengendara menerobos lokasi kegiatan yang menggunakan badan jalan

Panitia, lanjut Andi Askar, sudah meminta persetujuan secara tertulis kantor-kantor yang digunakan bahu jalannya, termasuk kantor pos, Bank Mandiri, Vihara, Telkom, Bank Hasamitra, Bank Sulselbar dan beberapa lagi lainnya yang terdampak penutupan jalan.

Dari persetujuan tertulis, kemudian diteruskan ke pihak kepolisian sebagai syarat terbitnya izin keramaian. Solusi bagi para pengguna jalan, untuk jalur ke Bank Sulselbar sampai ke Masjid Raya dapat melalui jalan depan masjid raya dan sudah dikoordinasikan dengan pihak Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Kota Parepare.

Bahkan, informasi penutupan jalan ini telah disebarluaskan secara masif melalui sosial media, portal berita online, media cetak, radio lokal parepare dan mobil informasi dinas kominfo. Sebelumnya, dampak penutupan tersebut menuai keluhan dari sejumlah warga, khususnya orang tua siswa SMPN 10 dan SDN 4 Kota Parepare. Terlebih, penutupan sendiri sudah berlangsung sebelum pembukaan Parepare Fair berlangsung.

Salah seorang warga, Yusuf mengeluhkan terkait penutupan jalan tersebut. “Sebagai warga yang tiap hari mengantarkan anaknya ke sekolah merasakan dampak penutupan tersebut. Lokasi kegiatannya sangat menganggu, baik aktivitas perkantoran dan sekolah. Dan ini sudah berlangsung selama seminggu,” singkatnya.(*)

Pos terkait