Lapak Pedagang Liar Ditertibkan, Prasetyo: Tak Ada Ruang Bagi Preman di Pasar Lakessi

Pembongkaran lapak pedagang liar diluar area pasar lakessi

PAREPARE, KILASSULAWESI– Tim gabungan terdiri atas unsur Polri dan TNI, Satpol PP Kota Parepare melakukan penertiban lapak pedagang kaki lima yang berada diluar area Pasar Semi Modern Lakessi, Ahad, 2 April 2023, dini hari.

Penertiban dipimpin langsung Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Prasetyo Catur didampingi tim gabungan. Penertiban lapak pedagang liar yang sempat mendapat perlawanan dilakukan atas perintah jajaran pimpinan tertinggi.

Bacaan Lainnya

“Disepakati oleh seluruh jajaran pimpinan, baik dari Walikota, TNI/Polri memerintahkan untuk segera memperbaiki dan menata pengelolaan pasar ini dengan baik,” ujarnya.

Prasetyo mengungkap, pihak UPTD Pasar telah membagi tugas untuk menyiapkan tempat yang akan ditempati para pedagang, yang dibagi dalam empat kelompok.

“Pasar yang disebut TP itu adalah tugas pembantuan yang terdiri dari TP1, TP2, TP3, dan TP4 serta DID. Ini adalah dana bantuan pemerintah pusat. Jadi yang menempati seluruh area TP 1,2,3,4 dan DID adalah gratis atau tidak dibayar apapun, karena ini adalah dana pusat yang dihibahkan ke Parepare untuk menunjang masyarakat dan pedagang supaya bisa berjualan dengan tertib dan baik,” jelasnya.

Prasetyo melanjutkan setelah pasar selesai dibangun, para pedagang kemudian diundi untuk menempati los yang tersedia. Dan para pedagang yang mendapat undian diberikan pernyataan.

“Bahwa dalam jangka waktu 3 bulan tidak masuk ke los tempat yang telah disiapkan, maka itu dikembalikan ke pemerintah daerah. Makanya muncul protes bahwa tempat saya ditempati oleh si A, atau si B, itu sudah tidak ada lagi, karena bertahun-tahun dia berdagang diluar,” paparnya.

Prasetyo mengaku konflik yang terjadi karena pedagang tidak mau masuk didalam los dengan alasan tempatnya sudah diambil orang lain.

“Tetapi kami sudah berhitung, jumlah pedagang yang terdata dengan tempat yang disiapkan cukup, bahkan lebih, jadi tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak masuk ke los,” tegas Prasetyo.

Selain itu, keberadaan preman di luar area pasar tersebut secara serta merta juga akan tidak ada lagi.(*)

Pos terkait