Kok Bisa ? Gunakan Dana Ratusan Juta, Pedagang dan Lapak Liar tak Mempan Ditertibkan

Kondisi belakang pasar lakessi, Sabtu 8 April 2023, siang hari.

PAREPARE, KILASSULAWESI– Relokasi lapak pedagang yang berada diluar area pasar Lakesssi tak kunjung tuntas dilaksanakan. Kegiatan yang telah melibatkan tim gabungan, baik itu TNI, Polri serta Satpol PP nampaknya tak membuahkan hasil yang menggembirakan.

Bacaan Lainnya

Bahkan terkesan pedagang tak mempan ditertibkan, walau pemerintah telah menggunakan anggaran ratusan juta. Bahkan, sejumlah pihak menduga kuat hanya pengalihan isu akan berbagai persoalan di Kota Parepare.

Wakil Ketua DPRD Kota Parepare, H Tasming Hamid mengaku, sudah melakukan upaya agar relokasi pedagang pasar Lakessi berjalan sukses. DPRD Parepare menilai upaya pemerintah untuk merelokasikan pedagang adalah yang terbaik.

“Inikan tujuannya untuk kemaslahatan dan kesejahteraan warga di pasar Lakessi. Tentu saja ada plus minus. Namun kalau hari ini pemerintah putuskan untuk merelokasi pedagang masuk kedalam itu mungkin sudah dikaji dan merupakan keputusan terbaik untuk melihat pasar Lakessi lebih baik lagi kedepannya,” katanya.

Tasming bahkan menyampaikan kalau DPRD telah membackup anggaran sebesar Rp 100 juta untuk biaya makan minum tim selama relokasi berlangsung.
“Kami juga sudah membackup anggaran sebesar Rp 100 juta untuk makan minum petugas selama relokasi berlangsung,” beber TSM. Namun lanjut dia, pihak dewan mendengar para pedagang akan melakukan hearing dengan DPRD pada Senin, 10 April 2023.

“Kalau tidak salah pedagang akan menyampaikan aspirasinya ke DPRD pada hari Senin. Karena saya dengar info-info kalau didalam pasar tidak mengcover penjual yang diluar, tapi belum kami konfirmasi dari dinas perdagangan apakah betul itu, mungkin hari Senin nanti baru kita tahu apa masalahnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Pasar Lakessi, Muhammad Ramlan menyebut relokasi tetap akan dilanjutkan setelah permintaan pedagang direalisasikan untuk membongkar dinding tempat dan pembatas los di pasar yang dikeluhkan.

“Ada dua tuntutan pedagang, yaitu membongkar dinding dan pembatas antara los dengan los, jadi insyaallah kita realisasikan itu, tapi apabila tuntutan sudah dipenuhi lantas juga tidak mau masuk, maka resikonya prrwakilan pedagang yang ditandatangani Lutfi yang bertanggung jawab,” beber Ramlan

Ia menyebut memberikan waktu selama dua hari untuk dilakukan pembongkaran, yakni hari Kamis dan Jumat. “Jadi nanti pada hari Sabtu tim relokasi kembali turun meminta pedagang masuk ke los yang telah disiapkan,”katanya.

Dari pantauan kilassulawesi.com, Sabtu 8 April 2023, siang ini lokasi yang dipersoalkan tak berubah. Dimana lapak pedagang masih ramai dengan penjual. “Banyak pembeli disini dari pada didalam, kita juga tetap bayar distribusi,”celoteh salah satu pedagang ikan. Bahkan masih dilokasi tersebut masih nampak tenda milik TNI. (*)

 

Pos terkait