BEM Se-Tanah Air Minta Tindakan Tegas Terhadap Pupuk Palsu: Kerugian Petani Meningkat

JAKARTA, KILASSULAWESI – Menteri Pertanian menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya peredaran pupuk palsu yang telah menyebabkan kerugian besar bagi petani Indonesia, dengan kerugian mencapai Rp2,3 triliun.

Hal ini mengancam kesejahteraan petani dan memengaruhi produktivitas sektor pertanian nasional. Alfath Nurfauzan, Koordinator BEM Se-Tanah Air, menegaskan bahwa Kementerian Pertanian bersama Aparat Penegak Hukum harus meningkatkan pengawasan dan investigasi terhadap peredaran pupuk palsu, khususnya jenis NPK yang banyak digunakan oleh petani.

Bacaan Lainnya

Ia menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pelaku pemalsuan pupuk sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi petani. “Pemalsuan pupuk adalah kejahatan serius yang harus ditindak tegas,” ujar Alfath.

BEM Se-Tanah Air mendukung sepenuhnya langkah hukum terhadap para pelaku pemalsuan pupuk, dan menekankan pentingnya pengawasan distribusi pupuk asli untuk mencegah masuknya produk palsu ke pasar.(*)

Pos terkait