Satu Tahun Pemerintahan Prabowo: Petani Merasa Lebih Tenang, Ketahanan Pangan Menguat

JAKARTA— Memasuki tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan di sektor pertanian dinilai semakin stabil dan memberikan rasa tenang bagi petani. Sejumlah pengamat dan peneliti menyebut, langkah pemerintah dalam menjaga harga gabah, memperluas mekanisasi, serta memperkuat dukungan langsung kepada petani telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “1 Tahun Pemerintahan Prabowo, Apa Kabar Ketahanan Pangan?” yang digelar Sabtu, 11 Oktober 2025. Diskusi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, peneliti, dan perwakilan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Salah satu pengamat yang hadir, Dr. Muhammad Maki dari Universitas Andalas, menilai bahwa arah kebijakan pertanian saat ini telah memberikan ketenangan dan rasa percaya diri baru bagi petani. “Yang paling dibutuhkan petani adalah kestabilan. Risiko pertanian cukup tinggi, dan saat ini ada jaminan harga pembelian dari pemerintah yang cukup tinggi. Itu menenangkan dan memotivasi,” ujar Maki.

Menurutnya, jaminan harga pembelian gabah menjadi bentuk perlindungan nyata bagi petani. Dengan kebijakan tersebut, petani tidak lagi diliputi kekhawatiran saat memasuki musim panen karena harga gabah tetap berada di tingkat yang menguntungkan.

Senada dengan itu, Budiawan Sidik Arifianto dari Litbang Kompas mengungkapkan bahwa kebijakan menaikkan harga Gabah Kering Panen (GKP) dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 di awal tahun ini menjadi salah satu langkah paling diapresiasi masyarakat. “Sekitar 77% responden menyatakan yakin bahwa kebijakan tersebut akan menyelamatkan petani,” jelas Budiawan, merujuk pada hasil riset Litbang Kompas.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pangan nasional yang dinilai lebih berkeadilan dan berpihak pada pelaku utama sektor pertanian.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan produktivitas melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan petani. “Pemerintah memastikan ada jaminan harga pembelian gabah yang menguntungkan, agar petani tidak rugi dan tetap semangat menanam,” ujar Amran dalam pernyataan di Jakarta, Ahad, 12 Oktober 2025.

Ia juga menyoroti pentingnya mekanisasi pertanian sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern. Distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) terus diperluas, sehingga petani kini semakin terbantu dalam proses tanam maupun panen. “Di banyak wilayah, petani sudah tidak lagi kesulitan tenaga kerja karena dibantu dengan traktor dan alsintan modern. Mekanisasi ini betul-betul terasa manfaatnya di lapangan,” tambahnya.

Kementerian Pertanian mencatat, sepanjang tahun 2025 berbagai indikator utama sektor pertanian menunjukkan tren positif. Harga komoditas strategis relatif stabil, inflasi pangan terkendali, dan pendapatan petani meningkat seiring kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Langkah-langkah strategis seperti penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP), optimalisasi cadangan pangan, serta dukungan pembiayaan pertanian turut memperkuat ketahanan pangan nasional. “Petani yang tenang dan sejahtera adalah kunci dari ketahanan pangan yang kuat. Dan itulah yang sedang kita bangun bersama,” tutup Mentan Amran.(*)

Pos terkait