MAJENE – Ramadan 1447 Hijriyah 2026 Masehi semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Majene resmi menggelar rapat penentuan nilai nominal Zakat Fitrah, Zakat Mal, serta penyusunan himbauan bersama selama kegiatan Bulan Suci Ramadhan1447 Hijriah/2026 Masehi. Rapat ini bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Majene.
Sedangkan agenda rapat itu dilaksanakan berdasarkan surat undangan yang dikeluarkan Wakil Bupati Majene, Hj. Andi Rita Mariani yang ditujukan kepada sejumlah pihak terkait guna menyepakati besaran zakat serta merumuskan himbauan bersama yang akan menjadi pedoman pelaksanaan ibadah dan kegiatan masyarakat selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Wakil Bupati Majene menyampaikan penetapan nilai nominal Zakat Fitrah dan Zakat Mal dinilai penting agar memiliki keseragaman dan kepastian hukum, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Majene.
Selain itu lanjutnya, rapat ini juga menjadi forum koordinasi untuk menyusun himbauan bersama demi menjaga ketertiban, kekhusyukan ibadah, dan keharmonisan sosial selama bulan suci Ramadan berlangsung.
Sehingga sejumlah unsur strategis diundang untuk menghadiri rapat tersebut, mulai dari instansi keamanan seperti Dandim 1401 Majene, Kapolres Majene, jajaran Pemerintah Daerah yang meliputi Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah terkait, Satpol PP, hingga camat se-Kabupaten Majene.
Sementara dari unsur keagamaan, turut diundang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majene serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Majene.
Wabup juga menambahkan berbagai organisasi dan lembaga keagamaan juga dilibatkan, di antaranya Ketua MUI Kabupaten Majene, Ketua Baznas Kabupaten Majene, Pengurus PHBI, FKUB, IPARI, serta pimpinan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Kabupaten Majene.
Tak hanya itu, instansi pendukung lainnya seperti Kepala Bulog Majene juga masuk dalam daftar undangan, mengingat perannya dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan.
Karenanya, melalui keterlibatan lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap kebijakan yang dihasilkan dapat bersifat komprehensif, aspiratif, dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
” Akhirnya saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama serta kesediaan seluruh pihak untuk menghadiri dan berpartisipasi aktif dalam rapat ini. Semoga tujuan rapat ini berlangsung sukses tanpa hambatan,” pungkasnya ( Ahp)






