DPD APDESI Sulawesi Selatan Tegaskan Penguatan Organisasi, Wahyu Febri Ditunjuk Pimpin APDESI Maros

Sekretaris DPD APDESI Sulawesi Selatan, Umi saat melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto dalam rangka memperkuat sinergi pembangunan dan pemberdayaan desa.

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kabupaten, termasuk di Kabupaten Maros yang saat ini tengah mengalami kekosongan kepemimpinan.

Sekretaris DPD APDESI Sulawesi Selatan, Umi mengungkapkan, bahwa penunjukan H. Wahyu Febri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC APDESI Maros merupakan langkah strategis untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus memulihkan stabilitas organisasi.

Bacaan Lainnya

“Terjadi kekosongan jabatan di struktur pengurus APDESI Maros setelah Plt sebelumnya meninggalkan posisi tersebut. Karena itu, DPD hadir untuk menguatkan kembali organisasi di daerah,” jelasnya.

Menurut Umi, penunjukan Wahyu Febri bukan tanpa pertimbangan. Selain pernah memimpin APDESI Maros sebelumnya, ia dinilai memiliki rekam jejak yang baik serta hubungan yang kuat dengan berbagai pihak, sehingga diharapkan mampu mengembalikan soliditas para kepala desa.

“Harapan kami, di bawah kepemimpinan beliau, APDESI Maros bisa kembali menjadi harapan bagi para kepala desa, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan dan menyuarakan aspirasi kepala desa,”ujarnya.

DPD APDESI Sulsel menegaskan bahwa kepemimpinan Plt ini bersifat sementara dengan fokus utama pada konsolidasi internal serta persiapan musyawarah cabang (Muscab) untuk memilih ketua definitif.

Penunjukan Wahyu Febri disebut sebagai bagian dari tahapan penting dalam memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan secara demokratis dan terstruktur.

“Ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan Muscab. Kita ingin proses pemilihan ketua definitif berjalan baik, transparan dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar diharapkan oleh para kepala desa,”tegas Umi.

Selain itu, penguatan solidaritas antar kepala desa menjadi prioritas utama. DPD berharap tidak ada lagi sekat atau perbedaan yang berpotensi melemahkan organisasi.

Umi juga menjelaskan, bahwa DPD APDESI Sulawesi Selatan saat ini tengah menjalankan misi besar untuk menyelamatkan organisasi secara menyeluruh, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

Langkah tersebut dilakukan melalui pembenahan struktur kepengurusan, termasuk di daerah-daerah yang belum memiliki ketua definitif.

“Kami sedang melakukan perbaikan menyeluruh. DPC yang belum memiliki ketua definitif akan kami dorong untuk segera berproses. Ini penting agar organisasi berjalan optimal,”katanya.

DPD juga menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung kepala desa, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.

“APDESI harus hadir sebagai kekuatan yang bisa mem-backup kepala desa, baik dalam hal kebijakan, persoalan hukum maupun tantangan pembangunan desa,”jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, DPD APDESI Sulsel juga merencanakan pelantikan serentak seluruh DPC APDESI kabupaten di Sulawesi Selatan.

Pelantikan tersebut direncanakan berlangsung di Makassar dan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan. Namun, hingga saat ini pelaksanaannya masih menunggu jadwal resmi dari gubernur.

“Kami akan segera melakukan audiensi dengan Gubernur dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan jadwalnya,”ungkap Umi, Sabtu (04/04/2026).

Ia memperkirakan, pelantikan tersebut kemungkinan besar akan dilaksanakan pada, Jumat (17/04/2026) mendatang dan sebelum pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II kepala desa se-Sulawesi Selatan.

Dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan, DPD APDESI Sulsel berharap APDESI Maros dapat segera bangkit dan kembali menjadi organisasi yang solid, profesional serta dipercaya oleh seluruh kepala desa.

Penunjukan kembali H. Wahyu Febri sebagai Plt Ketua untuk kedua kalinya diyakini menjadi momentum penting dalam mengembalikan marwah organisasi, sekaligus memperkuat peran APDESI sebagai wadah perjuangan aspirasi desa.

“Yang paling penting adalah soliditas. Kalau kita solid, maka APDESI akan kuat dan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan desa dan masyarakat,”tutup Umi.(*)

Pos terkait