Institut Andi Sapada: Dari Yayasan 1977 ke Akreditasi Unggul 2026

Rektor Institut Andi Sapada saat menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Parepare

PAREPARE– Institut Andi Sapada Parepare menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dirangkaikan dengan peresmian Auditorium Andi Sapada serta penyerahan resmi akreditasi unggul, Kamis, 30 April 2026.

Acara ini dihadiri Wali Kota Parepare, Kapolres, Kepala Kejaksaan, serta jajaran pejabat daerah dan civitas akademika.

Bacaan Lainnya

Rektor Institut Andi Sapada, Prof. Bachtiar Tijang, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika. Ia menyampaikan permohonan maaf karena penyerahan surat resmi akreditasi baru dapat dilakukan bersamaan dengan peresmian auditorium.

“Alhamdulillah, dua hari lalu kami menerima akreditasi unggul. Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena hanya ada tiga perguruan tinggi di wilayah IX yang berhasil meraih capaian ini,” ujarnya.

Prof. Bachtiar juga mengumumkan rencana pembukaan program studi baru, termasuk S2 Hukum dan S2 Manajemen, yang akan mulai menerima mahasiswa pada September mendatang.

Ia menekankan bahwa kepercayaan pemerintah untuk membuka program pascasarjana merupakan penghargaan luar biasa bagi Institut Andi Sapada. “Kami berkomitmen memperluas jejaring penelitian internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis inovasi,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Bachtiar menyinggung dukungan beasiswa dari pemerintah pusat dan daerah. Tahun ini tercatat lebih dari 800 mahasiswa Institut Andi Sapada menerima bantuan pendidikan, dengan nilai Rp800 ribu per bulan selama empat tahun.

Dan sekitar 600 lebih mahasiswanya alumni dari SMA di Kota Parepare. “Ini bentuk perhatian pemerintah agar pendidikan bisa diakses lebih luas, tanpa ada rasa ‘pahlawan kesiangan’,” tegasnya.

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pendidikan melalui program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu dan berprestasi.

“Kurang lebih Rp50 juta per tahun kami siapkan untuk membiayai anak-anak Parepare yang berprestasi agar tidak putus kuliah. Targetnya jelas, membantu mereka yang kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Tasming menambahkan, meski program ini baru berjalan satu tahun, pemerintah daerah membuka peluang untuk melanjutkannya di tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, Dewan Pembina Institut Andi Sapada, Ir. Andi Malongbassi, turut menyampaikan apresiasi atas capaian kampus. Ia mengingatkan bahwa yayasan yang menaungi Institut Andi Sapada telah berdiri sejak 1977, dan kini semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan di kawasan Parepare dan sekitarnya. “Kerja sama dengan pemerintah kota harus terus dijaga, agar dunia pendidikan semakin maju dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.(*)

Pos terkait