KILASSULAWESI.COM,POLMAN — Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn) dr Terawan Agus Putranto menyalurkan bantuan sebanyak 160 pcs Alat Pelindung Diri (APD) melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar ke Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Bantuan APD tersebut merupakan upaya pemerintah dalam penanganan virus korona atau Covid-19, untuk digunakan para petugas kesehatan di Polman. Setelah diterima 160 pcs APD akan disalurkan ke RSUD dan 20 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Rinciannya, sebanyak 60 pcs untuk 20 Puskesmas dan Puskesmas Massenga mendapatkan 3 pcs, sementara 40 pcs untuk RSUD Polewali, dan 40 pcs juga untuk Rumah sakit Pratama Wonomulyo dan 20 pcs disimpan di Dinkes Polman sebagai cadangan.
Kabag Prokopi Kabupaten Polman, DR Aco Musaddad mengatakan, saat ini pemerintah daerah sudah mendapat bantuan APD sebanyakan 160 pcs dari Menkes dan akan dibagikan kerumah sakit dan Puskesmas di Polman. Untuk memaksimalkan Penanganan Covid-19 khususnya di wilayah pedesaan, maka masing-masing Desa diminta untuk mengadakan APD sebanyak 9 pcs perdesa di 144 Desa di Kabupaten Polman. “Jika dihitung secara keseluruhan, semua akan terkumpul 1.296 pcs APD. Karena setiap desa menyimpan 9 pcs APD untuk dipergunakan di desa masing masing yang bekerja sama dengan petugas kesehatan. Dan khusus alat rapid test sementara dalam pemesanan dimana akan diperuntukan 20 perdesa,”ujar Aco kepada Parepos Online, Senin 13 April, siang tadi.
Aco menambahkan, dalam video confers (Vc) Bupati Polman dengan seluruh jajaran mengimbau supaya segera membuka posko perbatasan antar Polman – Mamasa tepatnya di Kecamatan Anreapi. Dan melengkapi posko yang sudah dibentuk oleh Tim relawan di wilayah tersebut.
“Bupati menyampaikan supaya para koordinator kecamatan dapat bekerja sama dengan Camat, Polsek, Danramil, Puskesmas dan Dinas Kelautan untuk mendata para nelayan dari luar yang berlabuh di pesisir pantai Polman. Dan kepada Gugus Tugas Desa yang terbentuk agar membentuk posko di setiap desa,”ungkapnya.
Selain itu, kata Aco, Bupati juga memerintahkan kepada koordinator kecamatan untuk dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk mensosialisakan surat edaran bupati terkait jadwal buka dan tutup pasar serta memantau para pedagang untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam mematuhi surat edaran yang sudah dikeluarkan,”tegasnya.(win)






