Warga Hilang Terbawa Arus Sungai Labilibili, Proses Pencarian Dihentikan

Tim SAR gabungan saat menyisir Sungai Labilibili, terkait laporan orang hilang

PINRANG,KILASSULAWESI.COM– Tim SAR gabungan menghentikan pencarian terkait satu orang korban yang diduga terpeleset dan jatuh di Sungai Labilibili, di

Kelurahan Tellumpanua , Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Pencarian dihentikan karena sulitnya akses dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Koordinator Pos Unit Siaga SAR Parepare, Dadang menyampaikan setelah mendapat adanya laporan warga atas nama Lakanude (65) yang terpeleset masuk ke Sungai Labilibili. Tim SAR Parepare bersama Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulsel melakukan penelusuran.
Sulitnya akses menuju lokasi titik duga kejadian sehingga tim mencari memakai bantuan perahu karet. Hanya saja karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan derasnya arus Sungai Labilibili membuat tim kesulitan untuk menemukan korban. “Kami belum bisa sampai ke sana sebab arus yang deras dan cuaca yang ekstrem. Kami balik ke pos dan melakukan breafing dan kami putuskan menghentikan sementara pencarian korban,” ungkapnya, malam ini.
Pihaknya memastikan akan melanjutkan pencarian esok hari, melihat kondisi di malam hari tidak efektif untuk dilakukan pencarian. “Besok pagi kami akan lanjutkan pencarian,” jelasnya.
Berdasarkan laporan tim SAR, kronologis kejadian yakni korban atas nama Lakanude bersama istri pulang berkebun menuju rumah.
Sesampainya di tepi sungai, korban terpeleset dan jatih ke Sungai Labilibili dan hanyut terbawa arus. Selain itu, kejadian lain akibat cuaca ekstrim di Pinrang seperti tanah longsor di Desa Sali-Sali Kecamatan Lembang.
Sementara di Kelurahan Pallameang  Kecamatan Mattiro Sompe  akibat gelombang tinggi air laut menggenangi pemukiman warga bahkan ada sejumlah titik diwilayah itu terdampak abrasi dan kerusakan tanggul.(mnr/B)

Pos terkait