Pangkep Raih Adipura, MYL: Terima Kasih Masyarakat dan Tenaga Kebersihan

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) saat menerima piala Adipura yang diserahkan oleh Wakil Menteri LHK, Aule Dohong di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta

PANGKEP, KILASSULAWESI– Sebanyak 17 daerah di Sulawesi Selatan menerima penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dari 17 daerah itu diantaranya Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kota Makassar, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Maros, Barru, Pinrang, Wajo, Bone, Bulukumba, Soppeng, Luwu Timur, Enrekang, Sinjai, Selayar dan Bantaeng.

Piala Adipura merupakan penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam hal kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Khusus untuk
Kabupaten Pangkep, capaian tersebut merupakan yang ke 10 kalinya meraih penghargaan piala Adipura.

Bacaan Lainnya

Piala Adipura Tahun 2023 diterima oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) yang diserahkan oleh Wakil Menteri LHK, Aule Dohong di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2024. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL) mengatakan, piala Adipura diraih berkat kerja sama semua pihak.

Perangkat daerah, instansi vertikal, perusahaan swasta, perusahaan Pemerintah dan lapisan masyarakat yang telah berperan aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Terima kasih juga khususnya untuk tenaga kebersihan, karena telah menjalankan tugasnya dengan penuh kesungguhan walaupun dalam berbagai keterbatasan,” ucap MYL. “Insya Allah ke depannya secara bertahap kita akan membenahi segala hal yang akan menjadikan kabupaten kita menjadi bersih dan hebat,” tambahnya.

MYL menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah melalui program Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Seperti program Jumpaberlian yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pengadaan angkutan gerobak tiga roda untuk pengangkutan sampah, yang sampai saat ini sudah berjumlah 120 unit. Dan juga pengadaan kontainer sampah ditiap kelurahan/desa sebagai tempat penampungan sampah sebelum diangkut oleh armada ke TPA.

“Banyak lagi yang pemerintah telah upayakan seperti pengolahan akhir sampah di TPA secara ‘Sanitary landfill’. Puncaknya kabupaten kita telah berhasil membangun plant BADRIAH yang bertujuan mengurangi volume sampah yang akan dibawa ke TPA, melalui proses pengolahan sampah menjadi bahan bakar (RDF). Sehingga hal tersebut menjadikan nilai tambah untuk pendapatan asli daerah kita,” jelasnya.

Sementara, Kepala DLH Pangkep, Thamrin menambahkan tahun 2024 ini piala Adipura yang ke- 10 kali, tahun 2017 mendapatkan sertifikat. Piala Adipura tahun ini, kata dia, sangat ditunjang oleh kehadiran inovasi Bupati Pangkep.

“Teknologi pengelolaan sampah yang menjadikan bahan bakar memberikan dampak yang sangat signifikan dalam mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA yang tahun 2024 ini direncanakan menjadi acuan utama untuk memperoleh predikat Adipura,” jelasnya. (*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *