30 Persen Warga Parepare Belum Menentukan Sikap, Daeng Ancu: Kasus Dinkes Pengaruhi Bacalon

Presiden Batu Putih Syindicate, Syamsul Bachri Sirajuddin

PAREPARE, KILASSULAWESI– Presiden Batu Putih Syindicate, Syamsul Bachri Sirajuddin atau yang akrab disapa Daeng Ancu menegaskan, jika masih ada 30 persen lebih warga belum menentukan sikap di Pilwalkot Parepare.

Dari survei terakhir yang dilakukannya untuk empat bakal calon (Bacalon) Wali Kota Parepare yakni, Tasming Hamid (TSM), Erna Rasyid Taufan (Erat), Taqyuddin (TQ) dan Muhammad Zaeni (MZ).

Bacaan Lainnya

Hasilnya, elektabilitas dari Ketua DPD NasDem Kota Parepare, TSM masih unggul dibandingkan Erat, TQ dan MZ. Namun, selisih itu tidak terlalu berjauhan. ” TSM dengan tingkat elektabilitas diatas 27 persen, Erat yang kini sudah memiliki pendamping menyusul sekitar 21 persen, TQ sekitar 17 persen dan MZ sebagai pendatang baru sekitar 13 persen. MZ ini bisa jadi kuda hitam, apa lagi masih ada 30 persen yang belum menentukan sikap,” ujar Daeng Ancu, Kamis, 8 Agustus 2024, di Warkop 588.

Naiknya elektabilitas dari Erat, kata Daeng Ancu selain karena kerja dari mesin Partai Golkar juga dikarenakan pendampinya Rahmat Sjamsu Alama (RSA) yang tak lain merupakan mantan anak Wali Kota Parepare. “Jadi saling memenuhi, satu mantan istri wali kota dan satunya lagi mantan anak wali kota. Dimana jelas keduanya memiliki basis pemilih tersendiri,”jelasnya.

Akan tetapi, disisi lain kedua pasangan ini akan terpengaruh atas dugaan kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan Taufan Pawe saat menjabat wali kota. ” Saat ini goncangan akan kasus dinkes itu sangat mempengaruhi. Belum lagi di dalam internal partai. Paling merasakan itu Erat,”bebernya.

Begitupun TSM, hingga saat ini juga dipengaruhi dengan belum adanya figur pendamping yang jelas. “Dulu sempat kami ingin mempertemukan TSM dan RSA, akan tetapi tak kunjung bisa dilakukan,” jelasnya.

Persoalan yang terjadi di TSM saat ini, lanjutnya, sedang terjebak dengan politik elektoral. Dimana keberhasilan di Pileg belum tentu mudah diraih di Pilwalkot. ” Money politik belum tentu akan membantu, coba ada yang bisa menjawab berapa banyak pemilih di Kota Parepare mampu dibayar,” bebernya.

Selanjutnya, TQ figur yang dinilai adalah bakal calon yang terbaik diantara ketiganya dengan karakter serta pengalamannya dalam memimpin. Namun, sangat disayangkan karena untuk mendapatkan partai politik pengusung itu sangat sulit.

“Makanya, sempat ditawarkan untuk menerima sebagai 02 saja, dengan melihat realita politik saat ini. Dan sosok TQ memiliki nilai tawar bagi TSM maupun MZ di Pilwalkot Parepare,”imbuhnya.

Dan mengenai figur MZ, pihaknya belum bisa menilai. Tapi, dengan kemampuannya dan hubungannya di pusat cukup baik. Buktinya, Partai Gerindra dan PKB mampu dikendarainya di Pilwalkot Parepare.

Bahkan, kabarnya PAN dan juga PPP masih dalam perburuan akan rekomendasi. “Tapi dua parpol itu saya kira cukup menjadi pengusungnya. Dan siapapun figur pendampinnya tentu dengan latar belakangnya sebagai pengusaha akan mudah memahami apa yang dibutuhkannya. Masih ada 100 hari untuk merubah segalanya”tutupnya.(*)

Pos terkait