PAREPARE, KILASSULAWESI– Panitia seleksi pemilihan dewan pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Karajae telah mengumumkan tiga nama terpilih.
Hal itu termuat dalam surat pengumuman nomor: 07/Pansel-Dewas/VIII/2024 tentang rekapitulasi perhitungan nilai akhir uji kelayakan dan kepatutan (UKK) calon anggota Dewas terpilih Perumda Air Minum (PAM) Tirta Karajae.
Tiga nama hasil seleksi calon anggota dewan pengawas yakni, H Iwan Asaad, Agussalim, dan Aswin Syam. Dimana ketiganya merupakan perwakilan pemerintah.
Dimana pengumuman tersebut ditandatangani Ketua Panitia Seleksi H Muhammad Husni Syam, pertanggal 20 Agustus 2024.
Ketua LSM Laskar Indonesia Kota Parepare, Sofyan Muhammad mengakui ada kerancuhan dalam pengumuman yang dinyatakan lolos seleksi. Pria dengan ciri khas berambut putih, itu pun mencotohkan lolosnya H Iwan Asaad yang notabene merupakan kepala inspektorat. “Ini siapa yang mau mengawasi, tidak ada perimbangan dalam pengembangan PAM Tirta Karajae kedepan,”ujarnya.
Seharusnya ada pihak independen, karena kalau dari pemerintah semua itu berpotensi terjadi konspirasi. “PAM Tirta Karajae merupakan perusahaan milik daerah. Seharusnya ada tim independent sebagai perimbangan antara kepentingan pemerintah itu sendiri,”ujarnya.
Dari tiga nama pada pengumuman tersebut, H Iwan Asaad dan Agussalim dari satu instansi yang sama di Inspektorat. “Bagaimana bisa efektif karena akan sulit membedakan mana sebagai wasit dan pemain pada saat pemeriksaan atas kinerja PAM Tirta Karajae,” tegasnya.
Sedangkan, Aswin Syam dengan jabatan sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah. Walau diakui sangat berkompeten dengan keahliannya, namun sangat jelas dengan jabatannya yang mengelola kepentingan umum.
Dan sebelumnya, Aswin Syam sebagai kepala seksi di PUPR yang notabene bersinergi dengan PDAM. “Jadi memang tepat dia diposisi itu,”katanya. ” Kekhawatiran terbesar akan muncul konflik of interest, jika ada pengadaan barang atau jasa yang berkaitan dengan PAM Tirta Karajae,”ungkapnya.
Sofyan pun mencurigai adanya dugaan konspirasi dalam penilaian pada pelaksanaan pemilihan dewan pengawas. “Disini tidak ada yang ahli, karena bukan keahliannya. Apakah mereka akan hanya mengawasi keuangan saja,”tutupnya. Hingga berita ini, belum ada pernyataan dari ketua panitia seleksi atas pengumuman tersebut.(*)






