JAKARTA, KILASSULAWESI – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, di Gedung Komdigi, Jakarta Pusat. Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis mulai dari penjualan obat secara online, makanan berbahaya dan ilegal, hingga kejahatan di ruang digital.
“Kami juga menyampaikan bahwa Kemkomdigi memiliki sejumlah program prioritas, di antaranya penjualan online bahan obat, makanan ilegal serta berbahaya. Kemudian yang kedua adalah ruang digital yang ramah dan tidak marak dengan kejahatan digital,” kata Meutya Hafid.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengatakan bahwa kunjungan ini sangat strategis untuk bisa bersinergi antara kedua lembaga dalam mendukung program BPOM, khususnya konten penjualan dan promosi pada media daring. “Konten penjualan ini sangatlah murah, karena berbasis user generated content, yang mana konten unggahan pada media daring dapat dibuat dan diunggah oleh pengguna secara gratis dan sukarela,” ujar Taruna.
Namun, Taruna juga menyoroti bahwa pengguna seringkali menyalahgunakan kebebasan berekspresi yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk melakukan aktivitas jual beli tanpa memperhatikan kaidah-kaidah yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Program atau fitur ‘live’ dalam PPMSE maupun PSE turut menjadi celah dalam memberikan tayangan promosi yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada.
“Beberapa PSE juga menjadi sarana promosi dan jual beli, sedangkan sejatinya sarana PSE, terutama pada media sosial, hanya sebagai sarana berekspresi dan komunikasi semata. Adanya celah tersebut kemudian diambil oleh oknum-oknum penjual produk obat dan makanan ilegal dan tidak memenuhi ketentuan,” lanjut Taruna.
Taruna juga menegaskan bahwa kondisi ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat, karena produk obat dan makanan ilegal yang beredar secara bebas melalui daring tidak dapat dipastikan keamanan, mutu, khasiat, zat gizi, maupun kualitasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Taruna juga menyampaikan kepada Menkomdigi betapa pentingnya konektivitas dan pemerataan akses teknologi di seluruh wilayah Indonesia untuk mendukung pelayanan BPOM kepada masyarakat. “Masih ada beberapa daerah yang memang perlu kita perkuat dari sisi pemanfaatan teknologi dan jaringan-jaringan untuk pelayanan BPOM ke masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan di ruang digital dan memastikan keamanan serta kualitas produk obat dan makanan yang beredar secara online. Melalui kolaborasi antara Kemkomdigi dan BPOM, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih terlindungi dari produk ilegal dan berbahaya, serta menikmati ruang digital yang lebih aman dan ramah.(*)






