PAREPARE– Kediaman DR. H. Surianto AM, S.Ag., MM di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 4, Kota Parepare, dipadati ribuan jamaah pada Sabtu, 31 Mei 2025. Acara yang berlangsung penuh khidmat ini digelar dalam rangka peringatan 100 hari wafatnya almarhumah Hj. Komo Bt. Canring, ibunda tercinta dari H Surianto.
Peringatan yang dimulai pukul 12.30 WITA ini menghadirkan penceramah utama, Ustaz Muhammad Yusup, S.Sos.I., MA, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidrap. Dalam tausyiahnya, Ustaz Yusup menekankan pentingnya momen peringatan wafat orang tua sebagai wujud bakti dan doa anak kepada orang tua yang telah berpulang.
Ia juga menyinggung tentang amalan pengganti aqiqah yang dapat dilakukan jika belum sempat ditunaikan semasa hidup orang tua. “Peringatan seperti ini bisa menjadi bagian dari ikhtiar anak dalam menyempurnakan syariat atas nama orang tuanya, termasuk sebagai bentuk pengganti aqiqah bila belum sempat ditunaikan,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kota Parepare H. Kaharuddin Kadir, serta anggota dewan Yusup Lapanna dan Muh. Husain. Hadir pula tokoh agama seperti Prof. Hannani, pimpinan pondok pesantren, majelis taklim dari berbagai masjid, serta komunitas masyarakat seperti Komunitas 588.
Meskipun panitia menargetkan kehadiran 1.000 jamaah, antusiasme warga membuat jumlah yang hadir membludak hingga mencapai sekitar 2.000 orang. H. Surianto, yang dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus tokoh dermawan di Parepare, mengaku terharu atas antusiasme masyarakat.
“InsyaAllah, kehadiran para jamaah hari ini menjadi amal jariyah dan doa yang terus mengalir untuk ibunda kami di sisi Allah SWT,” ucapnya dengan penuh haru.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keluarga terus menggalakkan berbagai kegiatan keagamaan sebagai bentuk bakti terhadap almarhumah, seperti pengajian, khataman Al-Qur’an, dan program Jumat Berkah. Sebelumnya, pihak keluarga juga telah melaksanakan peringatan serupa pada hari ketujuh dan ke-40 pasca wafatnya sang ibunda.
Momentum ini menjadi bukti kuat bahwa semangat silaturahmi dan nilai-nilai kebaikan tetap hidup di tengah masyarakatkuat ikatan ukhuwah dan kepedulian sosial.(*)






