Doktor Baru, Mandat Baru: H Surianto AM Dorong Revolusi Takraw Banten

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Dr. H. Surianto AM saat menyerahkan surat keputusan kepada Ketua PSTI Banten, Agus Supriatna

TANGERANG – Momentum bersejarah sepak takraw Banten lahir Jumat, 10 April 2026. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Dr. H. Surianto AM turun langsung melantik kepengurusan baru PSTI Banten periode 2026–2030. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal kuat agar Banten menyiapkan lompatan prestasi lewat pembinaan atlet berjenjang.

Baru sehari menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen dari UMI, H Surianto AM menegaskan agar kepengurusan di bawah komando Agus Supriatna fokus membangun fondasi pembinaan sejak SD, SMP hingga SMA. “Potensi atlet takraw Banten nyata, terbukti dari raihan medali di PON XXI Aceh-Sumut. Tinggal bagaimana kita menyiapkan jalur pembinaan agar mereka bisa menembus level nasional,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Agus Supriatna, Ketua PSTI Banten sekaligus Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, menyambut tantangan itu dengan tiga program utama. Pembinaan berjenjang dari kabupaten/kota hingga provinsi. Digitalisasi organisasi untuk pendataan atlet. Dan peningkatan kualitas wasit dan pelatih agar kompetisi berjalan profesional.

Agus menekankan pentingnya kompetisi terstruktur. “Atlet berlatih tanpa kompetisi itu pincang. Tahun ini ada Popda dan Porprov Banten, setelah itu kami akan menggelar kompetisi resmi,” tegasnya.

Selain itu, Agus menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sepak takraw tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga. “Dengan kerja sama, kita targetkan Banten bisa bersinar di level nasional,” pungkasnya.

Pelantikan ini juga diwarnai semangat baru dari para pengurus muda yang ingin membawa sepak takraw lebih dekat dengan generasi digital. Mereka berkomitmen memanfaatkan media sosial untuk promosi, transparansi program, dan membangun basis penggemar. Harapannya, sepak takraw tidak hanya dikenal sebagai olahraga tradisional, tetapi juga tampil sebagai cabang olahraga modern yang mampu bersaing di panggung internasional.(*)

 

Pos terkait