TORAJA UTARA– Tak hanya DPD PSI Pangkep dan Parepare yang langsung tancap gas usai Kongres PSI 2025. Ketua DPD PSI Toraja Utara, Anton Paranoan, menyatakan siap turun ke akar rumput untuk menyosialisasikan simbol baru partai Gajah.
Kongres yang digelar 19–20 Juli 2025 di Surakarta melahirkan semangat baru sekaligus menandai arah kebijakan nasional PSI pasca pemilihan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum.
Ditemui wartawan media ini, Senin, 21 Juli 2015, di Hotel Syariah by Lorin, Solo. Anton menegaskan bahwa keikutsertaannya bersama sejumlah pengurus adalah bentuk komitmen PSI Toraja Utara untuk menyelaraskan gerak dengan pusat. “Kami tidak hanya hadir, tapi membawa pulang semangat baru, filosofi baru, dan tentu instruksi baru dari Ketua Umum,” ujarnya.
Kongres kali ini tak sekadar menetapkan kepemimpinan baru, tapi juga memperkenalkan logo PSI yang kini berganti menjadi simbol Gajah yang menurut Anton, bukan hanya ikon visual tetapi juga representasi nilai-nilai partai.
“Gajah itu cerdas, kuat, setia, dan tak pernah melupakan sejarah. Begitu juga PSI: kami ingin jadi partai yang berwawasan luas, setia pada rakyat, dan teguh melawan intoleransi serta korupsi,” tegasnya, mengutip pidato politik Kaesang Pangarep di malam penutupan kongres.
Anton, yang juga anggota DPRD Toraja Utara, mengatakan bahwa jajaran DPD PSI Toraja Utara akan langsung bergerak: menggelar konsolidasi internal dan melakukan edukasi publik terkait makna simbol gajah serta arah gerakan PSI ke depan. “Kami percaya, simbol ini bukan sekadar bentuk baru melainkan energi baru bagi perjuangan PSI di daerah,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kongres 2025 merupakan titik awal strategi PSI menyongsong Pemilu 2029. “Kami tidak lagi bicara sekadar lolos Senayan. Dengan solidaritas, perubahan, dan keterbukaan, PSI ingin jadi kekuatan politik yang diperhitungkan secara nasional,” pungkas Anton.(*)






