PANGKEP– Keberadaan PT Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep, khususnya di wilayah ring 1, semestinya menjadi sumber kebanggaan dan harapan bagi masyarakat sekitar. Namun, di balik megahnya pabrik dan kontribusi ekonomi, tersimpan keresahan warga yang merasa komunikasi dengan pucuk pimpinan perusahaan kian terputus.
Keresahan ini mencuat dalam diskusi hangat di sebuah warung kopi di Pangkep, Minggu, 10 Agustus 2025, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Kelurahan Bontoa dan Desa Biring Ere.
Zol Ahmad Hak, Ketua Forum TJSL Kelurahan Bontoa, menyampaikan bahwa Direktur Utama PT Semen Tonasa seharusnya lebih aktif bersosialisasi dan membuka ruang dialog dengan masyarakat sekitar.
“Seharusnya Pak Dirut sebagai pimpinan dan penentu kebijakan bersosialisasi dan lebih dekat dengan masyarakat sekitar untuk mendengarkan keluhan ataupun harapan-harapan atas keberadaan Semen Tonasa di daerah kita,” ujar Zol Ahmad Hak.
Ia juga mengingatkan janji Dirut di awal masa jabatannya untuk mengadakan acara coffee morning setiap dua bulan sekali bersama tokoh-tokoh masyarakat ring 1. Sayangnya, hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
Sebagai putra daerah, Dirut Semen Tonasa dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk memahami karakter dan dinamika sosial masyarakat lokal. Ketidakhadiran dalam ruang-ruang informal seperti warung kopi dianggap sebagai kehilangan momentum membangun kedekatan dan kepercayaan.
Senada dengan Zol, Abd Rasyid, Ketua Forum TJSL Desa Biring Ere, turut menyuarakan harapan serupa. “Pak Dirut Semen Tonasa di awal jabatannya menyampaikan bahwa jangan persoalan-persoalan sosial masyarakat diteriakkan di jalan. Mari kita selesaikan di warung kopi. Namun, tidak ada realisasi yang terwujud sampai hari ini,” ungkapnya.
Kedua tokoh TJSL tersebut menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara perusahaan dan warga. Mereka khawatir, jika aspirasi masyarakat terus terhambat, akan muncul ketidakpuasan yang berlarut-larut dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Masyarakat ring 1 berharap agar PT Semen Tonasa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara sosial dan emosional. Dialog yang inklusif dan konsisten diyakini mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dan komunitas, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.(*)






