KKSS Serukan Empati dan Persatuan di Tengah Dinamika Kebangsaan: “Kita Semua Anak Bangsa”

JAKARTA — Di tengah dinamika kebangsaan yang menyisakan luka dan duka, Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) menyampaikan empati mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam beberapa hari terakhir. Dalam pernyataan resminya, KKSS mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga KKSS di berbagai daerah, untuk menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang.

“Kami BPP KKSS mengimbau sekaligus mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya warga KKSS, di manapun berada untuk menjaga kondusivitas serta tidak termakan provokasi terkait dinamika kebangsaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini,” ujar Ketua Harian BPP KKSS, Andi Muhammad Syakir, didampingi jajaran pengurus lainnya.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas insiden yang menelan korban jiwa, termasuk Afan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, serta tiga warga yang meninggal dunia di Makassar saat kerusuhan terjadi. KKSS juga menyampaikan penghormatan kepada aparat yang turut menjadi korban saat menjalankan tugas.

Dialog dan Musyawarah: Jalan Tengah untuk Bangsa

Dalam suasana yang penuh keprihatinan, KKSS menekankan pentingnya mengedepankan nilai-nilai dialog, musyawarah, dan saling menghargai sebagai jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

“Kita semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia. Aparat adalah anak bangsa, rakyat pun anak bangsa. Maka jalan terbaik adalah dialog, musyawarah, dan saling menghargai,” tegas A.M. Syakir.

Imbauan tersebut disampaikan bersama pengurus lainnya seperti Fahri Labalado, Muslimin Mawi, Suwardi Thahir, Andi Chaedar Arsyad, Andi Bohar, Appe, dan Chaerul Amir.

Menghidupkan Falsafah Luhur Bugis-Makassar

KKSS juga mengajak seluruh warga untuk mengamalkan falsafah luhur Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebbi saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling memuliakan sebagai fondasi membangun jembatan persaudaraan di tengah perbedaan.

“Falsafah ini bukan sekadar warisan budaya, tapi pedoman hidup yang relevan untuk merawat harmoni sosial,” tambah Syakir.

Dukung Stabilitas, Tegakkan Kemanusiaan

KKSS menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dan aparat dalam menjaga stabilitas nasional, namun juga mengingatkan agar semua pihak mengedepankan sikap arif, adil, dan berpihak pada kemanusiaan.

Sebagai penutup, A.M. Syakir menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terjalin dengan baik selama ini.

“Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan terbesar bangsa kita ini. Mari kita jaga bersama,” pungkasnya.(*)

Pos terkait