Tingkat Kegemaran Membaca Meningkat, Pemkab Maros Gelar Festival Literasi

Bupati Maros, Andi Safril Chaidir Syam.

MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar kegiatan Festival Literasi Maros 2025 selama hari, dimulai pada Senin 17 sampai Rabu 19 November 2025.

Kegiatan ini berlangsung di gedung Creative Centre Perpustakaan Daerah, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Turikale, Kecamatan Turikale, Maros. Senin (17/11/2025).

Bacaan Lainnya

Bupati Maros, Andi Safril Chaidir Syam mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang berkumpulnya para pegiat literasi, guru, komunitas, pelajar hingga warga untuk merayakan budaya literasi melalui beragam agenda.

“Festival Literasi ini, merupakan momentum penting untuk memperkuat ekosistem literasi di Daerah,”kata Chaidir Syam.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial, akan tetapi sebagai wadah untuk menampilkan segala program, kreativitas dan karya literasi masyarakat Maros.

“Kegiatan ini telah menjadi ajang seluruh penggiat literasi untuk berkumpul dan bersilaturahmi,”ucap Chaidir Syam.

Dalam kegiatan ini juga berbagai kegiatan yang digelar seperti, lomba mewarnai, gelar wicara literasi, pertunjukan seni, hingga peluncuran buku dan beberapa lomba lainnya.

Ia juga mengungkapkan atas pencapaian yang membanggakan untuk Kabupaten Maros karena indeks kegemaran membaca masyarakat sangat meningkat.

“Berdasarkan penilaian Perpustakaan Nasional RI, Maros mencapai angka 90,94, kategori sangat tinggi berdasarkan data penilaian dari Perpusnas,”kata Chaidir Syam.

Perolehan ini berdasarkan dari gerakan literasi yang selama ini telah didorong Pemerintah Kabupaten Maros, seperti program Bunda Baca, Pojok Baca di Desa, dan kegiatan berbasis komunitas.

“Tentunya pembangunan literasi ini sudah menjadi pondasi utama kita dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros,”kata Chaidir Syam.

Ia juga menegaskan, Daerah yang kuat secara literasi akan melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

“Jika SDM berkualitas, generasi kita akan lebih terjaga kedepannya. Negara maju itu selalu membangun dua hal, yakni pendidikan dan sumber daya manusianya,”jelas Chaidir Syam.

Chaidir Syam juga manyampaikan, transformasi perpustakaan nantinya akan berbasis inklusi sosial yang kini menjadi arah kebijakan pengembangan literasi Nasional.

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial juga terus kita jalankan. Di Maros sudah ada 59 desa yang memiliki TBM atau TPBS, dan ini akan terus kita kembangkan,”terang Chaidir Syam.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, Fitri Ade Cahya, mengatakan Festival Literasi Maros 2025 dirancang untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan festival yang bukan hanya ramai kegiatan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,”kata Fitri Ade Cahya.

Adapun yang ditampilkan dalam Festival Literasi Maros seperti, pameran produk literasi, peluncuran buku penulis lokal dan pertemuan sebaya komunitas literasi.

Dirinya juga menjelaskan, perpustakaan daerah kini tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi ruang kreatif yang mendorong inovasi sosial.

“Perpustakaan hari ini harus inklusif, mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Anak-anak, ibu rumah tangga, difabel, komunitas, semua harus bisa merasakan manfaatnya. Festival ini adalah salah satu cara untuk memperkuat peran itu,”jelas Fitri Ade Cahya.

Dia berharap Festival Literasi Maros menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan mampu menggerakkan masyarakat untuk membaca, berkarya, serta menjaga budaya literasi di Bumi Turikale.

“Semoga kegiatan ini menjadi energi baru agar gerakan literasi di Maros semakin kuat dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,”tutup Fitri Ade Cahya.(*)

Pos terkait