Hikmah Terusirnya Iblis dari Surga

Nazwar

Sebuah video viral berupa pengakuan seorang pemuda yang mengaku jika dia menjadi Iblis juga tidak akan bersujud kepada Adam, menjadi bagian dari latar dari disusunnya artikel ini.

Namun akan berbeda jika saja pemuda tersebut adalah bagian dari malaikat, sebagai balasan/”reaction” SPJ (Singkat Padat dan Jelas) lantaran semua tunduk kepada Tuhan, maka seluruh yang diperintahkanNya akan menjadi nyata adanya. Perintah kepada Malaikat, maka nyata, malaikat yang bersujud.

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penarasi Jogja Sumatera)

Artikel ini sekali lagi perlu untuk dipahami dalam perspektif destini atau ketetapan Tuhan. Maka Iblis ditaqdirkan terusir dari surga termasuk Adam dan yang lainnya (Kurma Ajwa, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim serta Sungan Nil dan Efrat). Sebab Iblis tercipta dari ujung nyala api bermakna tersirat berbeda dengan para malaikat yang tercipta dari cahaya.

Makhluk yang disuruh sujud dan mereka bersujud adalah para malaikat, maka Iblis ditaqdirkan memiliki hasad, menjadi terkutuk serta disifati sombong oleh Allah maka menjadi ketetapan.

Selanjutnya pandangan bahwa Iblis tidak bersujud lantaran ketauhidan maka tidak bersujud kecuali selain kepada Allah, termasuk perintah Allah untuk menghormati Adam dengan sujud kepadanya adalah kurang kontestatif.

Tauhid adalah konsep keberkahan adalah bagi manusia. Sebab ilmu adalah karunia istimewa Allah kepada manusia, maka tidak diperuntukkan kepada Iblis bahkan malaikat.

Sejarah kehidupan Iblis dapat ditelaah dari kisah Israiliyat yang disampaikan nabi sendiri bahwa tidak mengapa melakukannya selagi tidak bertentangan dengan dalil Qur’an dan Hadits. Bernama Azazil, makhluk dari golongan jin yang awalnya shaleh, namun lantaran sebab-sebab tertentu di antaranya bersifat tersebut di atas, jadilah ia Iblis.

Makhluk berjenis Jin tersebut dikisahkan tidak bersujud kepada Adam yang tercipta dari tanah sebagaimana para malaikat senantiasa mentaatiNya, mereka pun bersujud.

Maka jelas, pada saat prosesi penghormatan kepada Adam saat itu tidak ada manusia selain beliau, yang ada adalah para malaikat dan Azazil lantaran saat itu keshalehannya berada pada derajat tertentu di sisi Allah.

Malaikat semuanya bersujud. Tidak ada gimik, tipu muslihat, atau”gaya-gaya” untuk mengecoh, sebab Allah Maha Tahu serta Maha Adil atas ketetapanNya kepada semua jenis makhluknya.(*)

Pos terkait