GBT Bergerak Nasional, Daenk Jamal Tegaskan Loyalitas Satu Komando hingga Daerah

Ketua Umum DPP Garda Bintang Timur, Daenk Jamal.

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Bintang Timur mulai melakukan konsolidasi nasional dan penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah di seluruh Indonesia.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu komando, satu visi dan satu misi demi pengabdian kepada masyarakat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bacaan Lainnya

Ketua Umum DPP Garda Bintang Timur, Daenk Jamal menegaskan, bahwa penguatan struktur organisasi menjadi langkah penting agar roda organisasi berjalan lebih disiplin, profesional dan terarah.

Menurutnya, Garda Bintang Timur bukan sekadar wadah berkumpulnya putra-putri daerah, melainkan organisasi kemasyarakatan yang harus memiliki pondasi struktural yang kuat dan loyalitas tinggi terhadap aturan organisasi.

“Kita sedang melakukan penguatan jajaran di setiap wilayah, mulai dari tingkat DPW, DPD hingga DPC. Tujuannya jelas, menyatukan persepsi agar tidak ada sekat-sekat di antara kita. Kita harus bergerak dalam satu visi dan satu misi demi menjaga marwah organisasi,”tegas Daenk Jamal.

Dalam arahannya, Daenk Jamal menekankan tiga pilar utama yang menjadi fokus penguatan organisasi di seluruh provinsi.

Penguatan pertama diarahkan pada soliditas internal organisasi. Seluruh kebijakan DPP diharapkan dapat terimplementasi secara maksimal hingga tingkat daerah agar organisasi tetap kokoh dan tidak mudah terpecah oleh dinamika sosial maupun politik.

“Organisasi yang besar adalah organisasi yang solid. Semua kader harus mampu menjaga loyalitas dan disiplin agar GBT tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,”ujarnya.

Selain penguatan struktur, seluruh jajaran Garda Bintang Timur juga diinstruksikan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Organisasi diharapkan hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial yang terjadi.

GBT didorong untuk memperkuat kegiatan bakti sosial, bantuan kemanusiaan hingga aksi tanggap darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“GBT harus hadir membantu masyarakat tanpa melihat latar belakang. Pengabdian sosial adalah bagian dari jati diri organisasi,”kata Daenk Jamal, Minggu (10/05/2026).

Pilar ketiga adalah membangun kemitraan strategis dengan aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Garda Bintang Timur berkomitmen menjadi organisasi yang turut menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung terciptanya stabilitas sosial di tengah masyarakat.

“Seluruh anggota harus mampu menjadi pelopor keamanan lingkungan dan menjaga persatuan di wilayah masing-masing,”tegasnya.

Di akhir arahannya, Daenk Jamal mengingatkan seluruh kader agar tetap menjunjung tinggi etika organisasi, menjaga persaudaraan serta menghindari konflik internal maupun gesekan di tengah masyarakat.

“Saya mengajak seluruh keluarga besar Garda Bintang Timur untuk tetap kondusif, menjaga keamanan, dan terus mempererat persaudaraan. Jangan ada perpecahan, karena kita semua adalah satu keluarga besar,”pungkasnya.

Dengan penguatan struktur secara masif di berbagai daerah, Garda Bintang Timur diharapkan mampu tumbuh menjadi organisasi yang profesional, mandiri, solid serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat Indonesia.(*)

Pos terkait