Lima Kurir Nunukan Ditangkap, Rekening Jaringan Dibekukan

Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha

PAREPARE – Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, dalam kegiatan silaturahmi bersama awak media di Warkop RKS Sweetnes, Senin, 15 Juni 2026 memaparkan sejumlah kasus yang kini ditanganinya, diantaranya pengungkapan kasus narkoba 40 kilogram sabu dan 157 cartridge vape berisi narkotika jenis etomidate di Pelabuhan Nusantara, beberapa waktu lalu.

Indra mengungkapkan fakta mengejutkan dari pengakuan tersangka, dimana 20 kilogram narkoba sempat lolos masuk ke Parepare melalui Pelabuhan Nusantara dari Samarinda pada tahun 2025. “Para pelaku mengakui bisa membawa masuk narkoba itu dengan berbagai cara untuk mengelabui petugas. Itu memang di luar kemampuan kami, tapi kami tetap komitmen memperbaiki dan mengungkap peredarannya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dalam pengungkapan terbaru, polisi berhasil mengamankan lima orang pelaku yang berperan sebagai kurir. “Kelimanya adalah warga Nunukan. Mereka dijanjikan bayaran untuk membawa barang dari Malaysia melalui jalur Samarinda menuju Parepare,” jelas Indra.

Kapolres menegaskan, pihaknya kini tengah menyiapkan langkah pemblokiran rekening para pelaku guna menelusuri aliran dana. “Kami sudah dapat gambaran aliran keuangan. Tinggal kita lakukan pemblokiran rekening untuk memastikan dari mana sumber dana jaringan ini,” katanya.

Indra menambahkan, selama masa jabatannya di Parepare, Polres telah berhasil menyita total 100 kilogram narkoba dari berbagai pengungkapan. “Ada keberangkatan dan ada kedatangan, itu sudah saya upayakan bersama. Saya bahkan menyurat ke KSOP dan Pelindo dengan data-data pengungkapan narkoba yang ada, agar kedatangan dan keberangkatan bisa lebih diawasi,” tegasnya.

Kasus ini menegaskan kerentanan jalur laut Parepare sebagai pintu masuk narkoba lintas pulau. Fakta lolosnya 20 kilogram barang haram menunjukkan adanya celah pengawasan yang harus segera ditutup. Dengan strategi pemblokiran rekening, aparat diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mampu membongkar jaringan finansial yang menopang bisnis gelap tersebut.(*)

 

Pos terkait