Kampung Nelayan Merah Putih Hadir di Pulau Salemo, Bupati Pangkep: Ini Momentum Sejahterakan Nelayan

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

PANGKEP– Pulau Salemo, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, kini bersiap menjadi episentrum baru aktivitas perikanan. Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Jumat, 31 Juli 2026.

Sebuah program strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang digadang-gadang bakal mengubah wajah ekonomi pesisir. Berada di atas lahan seluas 750 meter persegi, KNMP dirancang bukan sekadar proyek fisik, melainkan pusat layanan terpadu bagi nelayan.

Bacaan Lainnya

Fasilitasnya lengkap, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, cold storage, pabrik es portabel, kios perbekalan, instalasi air bersih berbasis Reverse Osmosis (RO), cool box 100 liter, hingga genset cadangan. Semua disiapkan untuk memastikan hasil tangkapan nelayan bisa ditangani dengan standar modern.

Peninjauan dilakukan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian, kontraktor pelaksana, kepala OPD terkait, Camat Liukang Tupabiring Utara, dan Kepala Desa Mattiro Bombang.

Kehadiran rombongan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target. “Hari ini kami berada di Pulau Salemo untuk meninjau langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas pembangunan ini,” ujar Ketua NasDem Pangkep tersebut.

Bupati menekankan, KNMP bukan hanya untuk Salemo. Ia berharap program ini diperluas ke desa-desa pesisir lain di Pangkep agar semakin banyak nelayan merasakan manfaatnya. “Pembangunan ini sangat berdampak bagi masyarakat kami. Dengan tersedianya sarana dan prasarana, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan ekonomi nelayan,” tegasnya.

MYL menambahkan, seluruh fasilitas yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk mendukung proses pendaratan, penyimpanan, hingga distribusi hasil tangkapan ikan.

Dengan begitu, nelayan tidak lagi bergantung pada fasilitas seadanya, melainkan memiliki basis produksi yang lebih kuat dan berdaya saing.

Pos terkait