KILASSULAWESI.COM, PANGKEP — Mantan Satgas Kejakasaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI), Andri Zulfikar yang saat ini menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Pangkep, desak pengerjaan duiker di Dusun Gusunge, Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang.
Pasalnya, dijalan dusun itu terdapat duiker berlubang berdiameter kurang lebih satu kali satu meter tersebut membahayakan pengguna jalan. Terlebih saat melintas di malam hari, ditambah lagi penerangan lampu jalan yang sangat minim.
Andri Zulfikar selaku Ketua Tim Pengawal, Pengaman, Pembangunan Pemerintah (TP4D) Kejari Pangkep, temukan kondisi jalan duiker itu, saat melakukan monitoring
pekerjaan jalan, di ruas Talaka Kassi Kebo, Kecamatan Marang, Selasa kemarin.
“Saya harap pemerintah desa perhatikan kondisi ini, lubangnya berbahaya, bisa menelan korban, apa lagi kalau dilalui malam hari, ditambah penerangan lampu jalan minim. Itu harus jadi atensi”.Tegas Andri Zulfikar, Rabu 27 November, 2019.
Andri yang belum sebulan menjabat Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Pangkep tersebut, bahkan memberi ultimatum agar duiker berlubang tersebut harus dikerja tahun depan.
“Ini tidak boleh terlalu lama, harus tahun depan dianggarkan dan dikerjakan. Pemerintah desa harus peka dengan kondisi itu, karena ada anggaran desa untuk infrastruktur. Lubang duiker Itu sangat berbahaya bisa menelan korban,”pungkasnya.
Terpisah Sekertaris Desa Pitue, Muhammad Nasrul yang dihubungi via whatsapp mengaku telah membahas rencana pengerjaan duiker tersebut di musrembang tingkat desa, dengan target pengerjaan paling lambat tahun 2020 mendatang. Sisa pengerjaanya, kalau tidak bisa di perubahan ini, berarti di upayakan di tahun 2020, kita Prioritaskan memang karna mau tidak mau harus, apalagi itu jalan utama menuju satu dusun. (awi/ade)






