KILASSULAWESI.COM, PAREPARE– Kebutuhan bahan pangan dipastikan akan meningkat di bulan suci ramadan. Kondisi ini memang hal yang
lumrah bagi masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Parepare. Namun, tidak perlu khawatir Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare memastikan stok pangan masih aman jelang ramadan. Apalagi di tengah wabah Covid-19. Olehnya itu, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan belanja panik (panic buying). Kendati demikian, stok gula pasir masih dalam pemantauan karena beberapa bulan terakhir terjadi kelangkaan.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdako Parepare, Basuki Busrah yang dihubungi mengatakan, jelang bulan ramadan ketersediaan akan bahan
pangan, seperti beras dan lainnya masih aman. Hanya gula saja tetap dilakukan pemantauan, karena memang sedikit langka, sehingga harga jual melejit dari sebelumnya. Dia menyebutkan, ketersediaan gula akan dipantau. “Stoknya masih ada, namun harga naik signifikan. Tetapi Bulog dalam waktu dekat akan melakukan intervensi harga pasca Impor raw sugar dari luar”, jelasnya.
Basuki juga mengungkapkan, akan ada pasar murah untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Parepare, Hj St Rahmah Amir yang dihubungi terpisah mengatakan, menindaklanjuti revisi anggaran akibat virus Korona. “Pemkot melalui Disdag tetap akan melaksanakan pasar murah,” ujarnya.
St Rahmah menyebutkan harga gula masih tinggi. Masih sekitaran Rp19 ribu per kilogram (Kg). “Karena itu nantinya pasar murah, termasuk gula
dan sembako lainnya yang dilaksanakan sebelum dan setelah ramadan,”katanya. Ia menambahkan, formulasi dan teknis pelaksanaan pasar murah
sementara dicari, apalagi kondisi di tengah wabah Covid-19. “Sekarang ini, kita fokus memutus rantai virus Korona,” pungkasnya. (anj)






