Ramadan Harmoni: Peringatan 40 Hari Hj. Komo dan Kebersamaan di Rumah Putih

PAREPARE– Pada Minggu, 30 Maret 2025, Ketua Gerindra Parepare, Dr. H. Surianto Abdul Mujib, MM menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan 40 hari wafatnya ibunda tercinta, Hj.Komo.Binti Canring. Acara tersebut berlangsung di kediaman beliau, sebuah rumah putih yang berlokasi di samping Brigif Badik Sakti.

Kegiatan ini diawali dengan khataman Al-Qur’an oleh para santri Nahdlatul Qurta Wattadrib yang dipimpin oleh KM. Dr. Hisbul Rauf, M.Pd.I. Suasana menjadi syahdu ketika acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ust. Abd. Latif, S.Pd.I, M.Pd. Dalam ceramahnya, Ustadz Abd. Latif mengingatkan bahwa kematian merupakan hak prerogatif Sang Pemilik Kehidupan. Beliau menekankan pentingnya keikhlasan dalam menerima takdir, karena saat ajal tiba, tak satu pun makhluk mampu menolaknya.

Bacaan Lainnya

Acara buka puasa bersama ini dihadiri berbagai tokoh penting, baik dari kalangan politik, agama, maupun masyarakat. Tampak hadir Ketua DPRD Kota Parepare, Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si, Wakil Ketua DPRD Yusuf Lapanna, serta Ketua Demokrat Parepare, Rahmat Sjam, SH. Tidak hanya itu, Imam Besar Masjid Agung Kabupaten Sidrap, KH. Muh. Irwan Ali, Lc, MA, serta Ust. Ubaidillah Al-Bugisy juga turut memeriahkan acara ini. Kehadiran keluarga, sahabat, dan teman-teman alumnus pesantren Urwatul Wutsqa Rappang Sidrap semakin menambah kehangatan suasana. Yang menarik, tiga mahasiswa dan mahasiswi IIAN asal Sudan juga ikut berbuka bersama, menambah nuansa internasional pada acara ini.

Di penghujung acara, sebelum waktu berbuka tiba, lantunan dzikir dipimpin oleh KH. Muh. Irwan Ali, Imam Besar Masjid Agung Kabupaten Sidrap, memecah keheningan dengan penuh kekhusyukan. Doa penutup dipimpin oleh Ust. Ubaidillah Al-Bugisy, yang secara khusus mendoakan almarhum kedua orang tua Dr. H. Surianto, yakni almarhum H. Abdul Mujib Bin Sahabu dan Hj Komo.Binti Canring.

Acara ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dalam bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi refleksi akan ketulusan hati dalam menerima takdir Allah SWT. Semangat kebersamaan dan spiritualitas terasa kental, menggambarkan harmoni antara doa dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.(*)

Pos terkait