Bung Kancil dan Jejak Sepeda Ontel di Kota Parepare

Iqbal Rahim Gani dengan koleksi sepeda ontelnya

PAREPARE– Di tengah gemuruh modernisasi, seorang tokoh lingkungan bernama Iqbal Rahim Gani , yang akrab disapa Bung Kancil, menemukan pelipur lara sekaligus inspirasi baru dalam sebuah hobi tak terduga mengumpulkan sepeda ontel.

Sebagai Ketua LSM Lingkar Hijau, perjuangannya selama ini berpusat pada pelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan. Namun, siapa sangka bahwa kegemarannya terhadap sepeda ontel juga membawa nilai sejarah, edukasi, dan kepedulian terhadap kearifan lokal Kota Parepare?

Bacaan Lainnya

Saat ini, Bung Kancil menjabat sebagai Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) serta Ketua Sepeda Toa di Kota Kelahiran BJ Habibie, Parepare, memperkuat perannya dalam menjaga tradisi transportasi klasik yang semakin langka.

Baginya, sepeda ontel bukan sekadar benda koleksi, melainkan peninggalan sejarah yang memuat kisah panjang perjalanan masyarakat dari masa ke masa. Dalam koleksinya, terdapat tujuh unit sepeda ontel, dengan beberapa di antaranya berasal dari tahun 1968, 1972, dan 1975 sebuah saksi bisu perkembangan zaman dan peralihan gaya hidup.

Sebagian besar sepeda ini diperolehnya dari wilayah Ajatappareng, tempat yang kaya akan sejarah serta nilai budaya yang selaras dengan semangat Bung Kancil dalam melestarikan warisan masa lampau. Namun, kecintaannya terhadap sepeda tua tidak berhenti sebagai koleksi pribadi.

Ia menginisiasi berbagai pertemuan dan diskusi dengan sesama penggemar, berbagi wawasan tentang pemeliharaan sepeda tua serta pentingnya transportasi ramah lingkungan. Setiap kali ia mengayuh sepeda ontelnya di Kota Parepare, ia bukan hanya menghadirkan nostalgia bagi masyarakat, tetapi juga mengingatkan bahwa keberlanjutan dapat dicapai dengan menghargai peninggalan lama, tanpa harus tergilas arus modernisasi.

Ke depan, Bung Kancil bercita-cita menggelar festival sepeda ontel, sebuah acara yang tidak hanya akan menampilkan koleksi-koleksi klasik, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan pelestarian budaya. Ia percaya bahwa warisan seperti sepeda ontel memiliki tempat tersendiri dalam narasi sejarah Indonesia sebuah warisan yang layak dipertahankan.

Kini, bagi siapa saja yang ingin melihat secara langsung koleksi sepeda ontel Bung Kancil, Warkop 588 di Kota Parepare menjadi tempat yang bisa dikunjungi. Di sana, setiap sepeda tidak hanya dipajang sebagai barang antik, tetapi juga sebagai saksi perjalanan sejarah dan simbol semangat Bung Kancil dalam melestarikan tradisi bersepeda di tengah arus zaman.

Di setiap sudut kota, masyarakat mulai mengenal Bung Kancil dengan sepeda ontelnya. Ia tidak hanya seorang aktivis lingkungan, tetapi juga penjaga memori kolektif, seorang pengingat bahwa masa lalu tidak harus dilupakan melainkan dirawat agar tetap hidup dalam perjalanan menuju masa depan. (*)

 

 

Pos terkait